Artikel ini membahas pengelolaan risiko reputasi dan komunikasi krisis pada proyek properti melalui studi kasus Springwood Residence yang dikembangkan oleh PT Triniti Dinamik. Kajian ini berangkat dari persoalan penolakan warga terhadap perubahan fungsi bangunan yang kemudian berkembang menjadi isu sosial dan reputasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan unsur manajemen risiko, pengelola proyek, perwakilan general affair, dan warga sekitar, serta dilengkapi dokumen perusahaan, pemberitaan media, dan literatur akademik. Analisis dilakukan dengan mengorganisasi data ke dalam tema sumber risiko, atribusi tanggung jawab, pola respons, dan pemulihan legitimasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa risiko reputasi tidak semata-mata bersumber dari proses konstruksi, tetapi muncul dari jarak antara ekspektasi warga, perubahan informasi proyek, dan persepsi terhadap manfaat sosial yang diterima lingkungan sekitar. Respons perusahaan dilakukan melalui pemetaan aktor lokal, komunikasi persuasif, musyawarah, kompensasi, relasi dengan tokoh masyarakat, dan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan risiko reputasi sejak fase perencanaan proyek melalui registrasi risiko sosial, forum komunikasi warga, dokumentasi kesepakatan, serta evaluasi pascakrisis. Kebaruan artikel terletak pada rumusan model integratif yang mempertautkan ISO 31000, Situational Crisis Communication Theory, stakeholder engagement, dan legitimasi lokal dalam konteks perusahaan properti.
Copyrights © 2026