Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 100 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, serta menerapkan analisis regresi linear berganda sebagai metode pengolahan data. Hasil analisis mengungkapkan bahwa self-esteem dan intensitas penggunaan media sosial secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap FoMO. Akan tetapi, pengujian secara parsial menunjukkan bahwa self-esteem tidak menghasilkan dampak yang signifikan terhadap FoMO, sedangkan intensitas penggunaan media sosial terbukti memberikan pengaruh positif yang signifikan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 13,5% mengindikasikan bahwa kedua variabel prediktor tersebut hanya mampu menjelaskan proporsi kecil dari varians FoMO, sehingga variabel-variabel eksternal di luar cakupan penelitian ini berperan lebih dominan dalam memengaruhi fenomena tersebut.
Copyrights © 2026