TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Vol. 6 No. 4 (2026)

HUBUNGAN PENGGUNAAN GAME ONLINE DENGAN PENGGUNAAN BAHASA TIDAK SESUAI USIA ANAK 4–6 TAHUN DI TK IT AS-SALAM KOTA MALANG

Sabrina Aulia Nabila (Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Malang)
Usep Kustiawan (Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Malang)



Article Info

Publish Date
09 Oct 2026

Abstract

Rapid advances in digital technology have exposed young children to various types of online games, including those actually designed for older age groups. Exposure to online games is thought to influence the use of language that is inappropriate for a child’s age, given that children aged 4–6 years are in a stage of imitating and absorbing linguistic stimuli from their surroundings, including from digital games. This study aims to analyze the relationship between online game use and age-inappropriate language use among 4–6-year-old children at As-Salam Islamic Kindergarten in Malang based on parental perceptions. The study employed a quantitative correlational approach using purposive sampling of 73 parents as respondents. Data were collected via a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed using normality tests, linearity tests, and Pearson’s product-moment correlation using SPSS. The results showed that the data were normally distributed and that the relationship between variables was linear. The Pearson correlation test yielded a correlation coefficient of 0.798 with a significance level of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant, strong, and unidirectional (positive) relationship between online gaming and the use of language inappropriate for the child’s age. The higher the intensity and age-inappropriateness of the games children played, the higher the change scores on the measured indicators of age-inappropriate language use. These findings underscore the importance of parental supervision and collaboration with educators in selecting game content appropriate for children’s developmental stages to support optimal language development. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendekatkan anak usia dini pada berbagai jenis permainan daring, termasuk permainan yang sebenarnya dirancang untuk kelompok usia yang lebih tua. Paparan terhadap game online diduga dapat memengaruhi penggunaan bahasa tidak sesuai usia anak, mengingat anak usia 4–6 tahun berada pada tahap meniru dan menyerap rangsangan bahasa dari lingkungan sekitarnya, termasuk dari permainan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara penggunaan game online dengan penggunaan bahasa tidak sesuai usia pada anak usia 4–6 tahun di TK IT As-Salam Kota Malang berdasarkan persepsi orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling terhadap 73 orang tua sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji linearitas, dan korelasi Pearson Product Moment berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan hubungan antarvariabel bersifat linear. Uji korelasi Pearson menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,798 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, kuat, dan searah (positif) antara penggunaan game online dengan penggunaan bahasa tidak sesuai usia anak. Semakin tinggi intensitas dan ketidaksesuaian usia game yang dimainkan anak, semakin tinggi pula skor perubahan pada indikator penggunaan bahasa tidak sesuai usia yang diukur. Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan orang tua dan kolaborasi dengan pendidik dalam memilih konten game yang sesuai dengan tahap perkembangan anak guna mendukung perkembangan bahasa yang optimal.    

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

teaching

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu ...