Phishing merupakan ancaman siber berbasis rekayasa sosial yang terus menyasar mahasiswa sebagai pengguna aktif layanan digital kampus, seperti email akademik, Learning Management System, dan sistem administrasi daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesadaran dan perilaku menghindari ancaman phishing mahasiswa IT di Kota Depok menggunakan Technology Threat Avoidance Theory (TTAT). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert 1-4 yang disusun berdasarkan tujuh konstruk TTAT, yaitu perceived severity, perceived susceptibility, safeguard effectiveness, safeguard cost, self-efficacy, avoidance motivation, dan avoidance behavior. Data valid yang dianalisis berjumlah 307 responden dan diolah menggunakan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta regresi dua tahap. Hasil penelitian memberikan dukungan parsial terhadap model TTAT. Pengujian hipotesis dilakukan melalui dua tahap regresi, yaitu regresi tahap pertama untuk menguji faktor-faktor pembentuk avoidance motivation dan regresi tahap kedua untuk menguji pengaruh avoidance motivation terhadap avoidance behavior. Pada regresi tahap pertama, self-efficacy dan safeguard effectiveness berpengaruh signifikan terhadap avoidance motivation, sedangkan perceived severity, perceived susceptibility, dan safeguard cost tidak berpengaruh signifikan. Pada regresi tahap kedua, avoidance motivation terbukti berpengaruh signifikan terhadap avoidance behavior. Model regresi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,734 pada tahap pertama dan 0,540 pada tahap kedua. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan perilaku menghindari phishing pada mahasiswa IT sebaiknya tidak hanya berfokus pada penyampaian bahaya phishing, tetapi juga diarahkan pada penguatan self-efficacy dan pemahaman terhadap efektivitas tindakan pengamanan digital.
Copyrights © 2026