Apendektomi merupakan tindakan pembedahan yang dapat menyebabkan nyeri akut akibat trauma jaringan. Nyeri pasca operasi dapat menghambat kenyamanan, mobilisasi, dan proses pemulihan pasien sehingga diperlukan manajemen nyeri yang tepat. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik relaksasi napas dalam sebagai intervensi nonfarmakologis dalam membantu menurunkan intensitas nyeri akut pada pasien post operasi apendektomi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada satu pasien post operasi apendektomi dengan masalah keperawatan nyeri akut di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dengan rentang 0–10 sebelum dan setelah penerapan teknik relaksasi napas dalam selama 1 × 24 jam. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri pada luka operasi abdomen dengan skala 6/10, karakteristik nyeri seperti tertusuk dan perih, serta meningkat saat bergerak atau mengubah posisi. Setelah dilakukan penerapan relaksasi napas dalam, intensitas nyeri menurun menjadi 3/10 disertai penurunan ekspresi meringis dan peningkatan kenyamanan pasien. Berdasarkan hasil studi kasus ini, teknik relaksasi napas dalam menunjukkan potensi sebagai intervensi pendukung dalam manajemen nyeri akut pada pasien post operasi apendektomi. Namun, hasil ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena hanya melibatkan satu pasien dan terdapat kemungkinan pengaruh terapi medis lain yang diberikan.
Copyrights © 2026