Generasi Z telah menciptakan transformasi paradigma dalam memaknai privasi dan keintiman diruang digital melalui praktik oversharing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena oversharing Gen Z sebagai gaya komunikasi intim untuk mempercepat proses pengakraban diri, dengan menggunakan perspektif teori Communication Privacy Management (CPM). Metode penelitian yang digunakan adalah studi literature terhadap temuan-temuan empiris terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bagi Gen Z privasi telah di redefinisi dari sebuah hal yang amat rahasia manjadi nilai transaksi sosial untuk validasi, pelampiasan emosi, pembentukan identitas, bahkan menjadi strategi untuk membangun instant intimacy. Melalui lensa teori CPM, praktik ini dapat dipahami sebagi strategi boundary turbulence. Hal ini diperuntukkan untuk mengganggu batas privasi untuk investasi komunikasi. Namun, praktik ini hidup dalam paradoks yang di dorong oleh tren platform media sosial. Disatu sisi tren ini membuka peluang untuk mengakrabkan diri, disisi lain juga menciptakan ilusi kendali yang meningkatkan resiko siber. Penelitian ini meyimpulkan bahwa oversharing bukanlah kelalain, melainkan strategi komunikasi adaptif Gen Z dalam logika budaya digital yang baru.
Copyrights © 2026