Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan persoalan lingkungan yang membutuhkan ketersediaan informasi yang mudah diakses oleh pemerintah dan masyarakat. Sistem Monitoring Karhutla (SIPONGI+) merupakan platform digital pemerintah yang menyediakan informasi mengenai kondisi karhutla, termasuk titik panas (hotspot). Oleh karena itu, kualitas teknis website menjadi penting untuk mendukung akses masyarakat terhadap informasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas teknis website SIPONGI+ sebagai media informasi pemerintah mengenai karhutla serta melihat keterkaitannya dengan pemanfaatan E-Government dan prinsip Good Governance. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi hasil audit teknis website menggunakan PageSpeed melalui https://web.dev/measure/. Pengukuran dilakukan berdasarkan empat aspek, yaitu Performance, Accessibility, Best Practices, dan Search Engine Optimization (SEO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa website SIPONGI+ memperoleh nilai rata-rata 80,5 dengan kategori baik. Nilai Performance sebesar 60, Accessibility sebesar 87, Best Practices sebesar 92, dan SEO sebesar 83. Capaian tersebut menunjukkan bahwa SIPONGI+ secara umum memiliki kualitas teknis yang cukup baik sebagai media informasi digital pemerintah, terutama pada aspek Best Practices, Accessibility, dan SEO. Namun, aspek Performance masih memerlukan peningkatan. Dalam perspektif E-Government dan Good Governance, SIPONGI+ mendukung penyediaan dan keterbukaan akses informasi publik mengenai karhutla. Optimalisasi performa website diperlukan agar penyampaian informasi dapat berlangsung secara lebih cepat, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Copyrights © 2026