LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Vol. 6 No. 4 (2026)

ANALISIS IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR PEDAGOGIK BARU (STUDI KASUS DI SMAN 11 KOTA BANDUNG)

Hasan Busyori (Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Islam Nusantara, Bandung-Indonesia)
Ipman Syahrial Alamsyah (Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Islam Nusantara, Bandung-Indonesia)
Metty Karlina Sastrawijaya (Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Islam Nusantara, Bandung-Indonesia)
Rika Octiyasari (Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Islam Nusantara, Bandung-Indonesia)
Syam Ahmad (Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Islam Nusantara, Bandung-Indonesia)
Lilis Suwandari (Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Islam Nusantara, Bandung-Indonesia)



Article Info

Publish Date
25 Sep 2026

Abstract

ABSTRACT Digital literacy has become increasingly relevant in secondary school learning because the use of technology requires students not only to access information, but also to evaluate, process, and use it responsibly. This condition encourages the integration of digital literacy into pedagogical practices that are aligned with learning objectives and students’ characteristics. This study aims to analyze the implementation of digital literacy at SMA Negeri 11 Kota Bandung, including its application in learning, teachers’ roles, students’ experiences, and supporting and inhibiting factors. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through semi-structured interviews, classroom observations, and documentation, and were analyzed through data condensation, data display, theme categorization, and conclusion verification. The findings indicate that digital literacy is implemented through a Learning Management System, interactive media, digital assessment applications, communication platforms, digital content production, and artificial intelligence (AI). Teachers act as facilitators, information curators, critical thinking guides, and facilitators of ethical technology use, while students engage in information seeking, interaction, collaboration, and the completion of digital tasks. Its implementation still faces challenges related to network connectivity, device access, disparities in digital competencies, and uncritical use of AI. Ultimately, digital literacy is positioned as a pedagogical practice that connects technology, learning activities, critical thinking, and ethical responsibility. ABSTRAK Literasi digital menjadi bagian yang semakin relevan dalam pembelajaran sekolah menengah karena penggunaan teknologi menuntut peserta didik tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga menilai, mengolah, dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Kondisi tersebut mendorong perlunya integrasi literasi digital ke dalam praktik pedagogik yang selaras dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi literasi digital di SMA Negeri 11 Kota Bandung, meliputi penerapan dalam pembelajaran, peran guru, pengalaman peserta didik, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, pengelompokan tema, dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital diterapkan melalui Learning Management System, media interaktif, aplikasi evaluasi, platform komunikasi, produksi konten digital, dan artificial intelligence (AI). Guru berperan sebagai fasilitator, kurator informasi, pembimbing berpikir kritis, serta pengarah penggunaan teknologi secara etis, sementara peserta didik terlibat dalam pencarian informasi, interaksi, kolaborasi, dan penyelesaian tugas digital. Pelaksanaannya masih menghadapi kendala jaringan, akses perangkat, kesenjangan kemampuan digital, dan penggunaan AI secara tidak kritis. Literasi digital pada akhirnya diposisikan sebagai praktik pedagogik yang menghubungkan teknologi, aktivitas belajar, berpikir kritis, dan tanggung jawab etis.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

learning

Publisher

Subject

Education

Description

LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan ...