Keandalan sistem distribusi tenaga listrik merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan kepada pelanggan. Pemadaman akibat gangguan dan pekerjaan pemeliharaan dapat meningkatkan durasi serta frekuensi pemadaman yang tercermin pada nilai System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI). Salah satu metode pemeliharaan yang diterapkan untuk menjaga kontinuitas penyaluran tenaga listrik adalah Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), yaitu pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jaringan tanpa memadamkan aliran listrik. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penerapan PDKB terhadap nilai keandalan distribusi berdasarkan nilai SAIDI dan SAIFI pada tujuh penyulang di PT PLN (Persero) ULP Singaparna. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan memanfaatkan data gangguan jaringan dan data pelaksanaan PDKB selama tahun 2024. Nilai SAIDI dan SAIFI dihitung dengan membandingkan kondisi tanpa PDKB dan dengan PDKB, kemudian dilakukan uji normalitas Shapiro-Wilk dan pengujian hipotesis menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan PDKB menurunkan nilai SAIDI pada seluruh penyulang dengan rata-rata nilai SAIDI dari 9,91 menjadi 2,90 jam/pelanggan/tahun, sedangkan rata-rata nilai SAIFI menurun dari 5,43 menjadi 2,84 kali/pelanggan/tahun pada tujuh penyulang. Hasil pengujian statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi tanpa PDKB dan dengan PDKB, sehingga penerapan PDKB berdampak signifikan terhadap penurunan nilai SAIDI dan SAIFI.
Copyrights © 2026