Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Konsumsi Energi Listrik Penebar Pakan Ikan Otomatis dengan Pemanfaatan Tenaga Surya Muhammad Aris Risnandar; Andri Ulus Rahayu; Imam Taufiqurrahman
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol. 2 No. 2: E-JOINT, Desember 2021
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/e-joint.v2i2.1077

Abstract

Pada budidaya ikan konvensional penebaran biasa dilakukan dalam jumlah yang banyak, sehingga terkadang tidak dapat langsung termakan oleh ikan. Saat pakan tersebut terendam dalam air dlaam jangka waktu yang cukup lama, beberapa kandungan nutrisi pada pakan hilang hingga 98%. Dengan adanya alat penebar pakan secara otomatis, kondisi tersebut sedikit demi sedikit dapat diatasi. Namun, terkadang alat penebar pakan ikan otomatis yang tersedia tersebut tidak memperhatikan konsumsi energi listrik yang dibutuhkan, sehingga cukup merepotkan petani ikan karena perlu memberi ongkos tambahan dalam mengoperasikan alat tersebut berupa tagihan listrik. Penelitian ini menitikberatkan pada penggunaan komponen utama penyusun pemberi pakan ikan otomatis yaitu motor dengan konsumsi energi yang relatif kecil sehingga diperoleh konsumi energi listrik yang relatif rendah. Pemilihan motor mempertimbangkan jarak lontaran, waktu pelontaran, dan volume pemberian pakan. Dengan menggunakan motor DC 775 12 V pada sisi pelontar dan motor DC gearbox 12V 150 rpm pada sisi penakar pakan, maka diperoleh konsumsi energi listrik yang relatif kecil hingga memerlukan energi sebesar 1 Wh untuk setiap kali pemberian pakan. Pemanfataan energi matahari dalam suplai daya pada alat tersebut dinilai efektif khususnya bagi para petani ikan yang jauh dari sumber listrik PLN.
IMPLEMENTASI IOT PADA BIDANG PERIKANAN DI DUSUN CITENGAH DESA SUKAMULYA KECAMATAN CIHAURBEUTI KABUPATEN CIAMIS Imam Taufiqurrahman; Ahmad Hamdan; Firmansyah Maulana Sugiartana Nursuwars; Abdul Chobir
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i2.9855

Abstract

Ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki kandungan gizi yang tinggi diantaranya mengandung mineral, vitamin dan lemak tak jenuh.  Salah satu jenis ikan yang sangat banyak dibudidayakan adalah jenis ikan nila (Oreochromis niloticus).  Potensi budidaya ikan nila sangat tinggi karena mudah dipelihara, laju pertumbuhan baik, perkembangbiakannya cepat, daya tahan yang kuat, lokasi budidaya yang beragam, serta tahan terhadap gangguan hama dan penyakit.  Meskipun ikan nila merupakan komoditas yang mudah dibudidayakan terdapat beberapa faktor yang dapat menghambat keberhasilan produksi ikan nila yaitu faktor pakan dan kualitas air kolam. Pakan merupakan biaya terbesar dalam pemeliharaan ikan, biasanya berkisar 60- 70% dari total biaya produksi. Manajemen pakan ikan menjadi faktor menentukan keberhasilan usaha budidaya ikan.  Selain dari manajemen pakan, kualitas air menjadi salah satu faktor penentu dalam keberhasilan budidaya ikan. Salah satu faktor penyebab kualitas air yang tidak baik adalah pemberian pakan yang berlebihan (over feeding). Sisa makanan yang menumpuk akan menyebabkan tingginya kandungan amoniak pada kolam ikan. Kondisi seperti ini tentunya tidak baik untuk pertumbuhan ikan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengaturan manajemen pemberian pakan ikan secara baik dan terjadwal. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan membuat suatu alat yang dapat mengontrol dalam pemberian pakan sesuai kebutuhan ikan dengan cara otomatisasi pemberian pakan. Otomatisasi pemberian pakan dengan sistem IoT memungkinkan para peternak ikan nila untuk mengontrol dari jauh pemberian pakan dan kondisi air dalam kolam sehingga dapat membantu memperbaiki tingkat kelangsungan hidup ikan yang tinggi dan hasil panen yang melimpah.
Monitoring Kualitas Udara Menggunakan NodeMCU Esp8266 Berbasis Internet of Thing (IoT) di Ciamis Muhamad Ridwan Ali Akbar; Edvin Priatna; Sutisna; Imam Taufiqurrahman
E-JOINT (Electronica and Electrical Journal Of Innovation Technology) Vol. 3 No. 2 (2022): E-JOINT, Desember 2022
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/e-joint.v3i2.1687

Abstract

Kabupaten Ciamis adalah tempat yang strategis untuk dilalui kendaraan, terutama untuk di kawasan Alun Alun Ciamis dikarenakan mobilitas kendaraan sangat tinggi sama halnya dengan kawasan Terminal Ciamis yang memiliki mobilitas yang tinggi. Akhirnya di kawasan Alun Alun Ciamis dan Terminal Ciamis dari aktivitas kendaraan yang tinggi menghasilkan CO dan ????????2 yang buruk bagi kesehatan masyarakat dikawasan tersebut. Oleh karena itu agar bisa mengurangi orang yang terdampak dari pencemaran kualitas udara dibutuhkan sebuah alat yang bisa mengukur kualitas udara. serta sebuah sistem monitoring yang berupa display agar bisa dilihat oleh orang orang yang berada dikawasan tersebut dan dibandingkan dengan indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang telah dipakai sebagai acuan oleh kota Ciamis. Pada penelitian ini akan dibuat sebuah alat Monitoring Kualitas Udara Menggunakan NodeMcu Esp8266 Berbasis Internet of Thing (IoT) di Ciamis. Sistem ini mampu memonitor kualitas udara di Ciamis dengan tampilan nilai ISPU sehingga mampu menentukan kulitas udara di Ciamis baik atau buruk, tercemar atau tidak tercemar. Berdasarkan hasil pengujian sistem mendeteksi kadar CO di udara dan mendeteksi suhu serta kelembapan. Pengujian mengambil dua sample lokasi di Ciamis, yaitu terminal Ciamis dan Alun-alun Ciamis. Berdasarkan hasil pengujian kadar CO di terminal Ciamis masih sesuai dengan standar ISPU yaitu 67,1, yaitu diantara 51-100 sehingga bisa dikatakan kualitas udaranya sedang. Kadar CO di alun-alun Ciamis masih sesuai dengan standar ISPU yaitu 61,2, yaitu diantara 51-100 sehingga bisa dikatakan kualitas udaranya sedang. Maka dapat disimpulkan kualitas udara di kabupaten Ciamis masih aman tidak menganggu kesehatan manusia di kawasan tersebut.
PENENTUAN KUANTITAS PAKAN IKAN BERBASIS FUZZY LOGIC Imam Taufiqurrahman; Rian Nurdiansyah; Muhammad Aris Risnandar; Andri Ulus Rahayu; Linda Faridah
Journal of Energy and Electrical Engineering (JEEE) Vol 4, No 2: 13 April 2023
Publisher : Teknik Elektro Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jeee.v4i2.6882

Abstract

Perkembangan teknologi dalam bidang perikanan berhasil menghasilkan alat pemberi pakan otomatis yang mampu memberikan kemudahan dalam mengatur waktu dan durasi pemberian pakan. Namun perkembangan ini masih bisa ditingkatkan dengan memperhatikan tingkat pemberian pakan/ feeding rate (FR) di suatu kolam budidaya ikan agar pemberian pakan optimal dan tidak berlebihan. Penentuan FR ini pada prakteknya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti berat atau umur ikan, banyaknya oksigen terlarut dalam air, suhu air dan tingkat kejernihan (turbidity) air. Untuk memperhitungkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap FR dari alar pemberi pakan otomatis akan digunakan metode fuzzy logic sehingga bisa didapatkan nilai optimal pemberian pakan berdasar pertimbangan faktor-faktor tersebut. Dalam penelitian ini akan dilakukan simulasi penerapan sistem penentuan penyesuaian nilai FR dengan memperharikan faktor-faktor tersebut menggunakan aplikasi MATLAB.
Smart Laboratory Using Radio Frequency Identification (RFID) Based on The Internet of Things Firmansyah M S Nursuwars; Reza Fragaria Audika; Sutisna Sutisna; Imam Taufiqurrahman
Journal of Computer Engineering, Electronics and Information Technology Vol 1, No 2 (2022): COELITE: Volume 1, Issue 2, 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.858 KB) | DOI: 10.17509/coelite.v1i2.51618

Abstract

In Indonesia, traditional methods are still commonly used for managing laboratories. This has resulted in various issues, such as the loss of keys, and has hindered the efficiency of these laboratories. However, the integration of technology has the potential to improve laboratory management by up to 33%. A modernized laboratory system, known as an "Innovative Laboratory", combines technology with traditional management techniques. The proposed Internet of Things-based tool aims to assist laboratories in improving their management services, including a registration system, a locker system, and a desk system. This tool utilizes a Keypad 4x4 and PCF8574 to select desks and lockers, Node MCU as a microcontroller to publish identification data from an MQTT broker, and RFID technology to access and activate electronic locks and sockets. To ensure that data is successfully transferred and the selected locker and desk are available, the system requires a certain delivery time for a maximum of 251 bytes of data that can be sent at different signal strengths. Only registered users with valid identification are able to access the locker and desk systems, and users must unregister before switching to a new locker or desk. The goal of this system is to streamline and improve the management of laboratories.
Penerapan Smart Integrated Prototipe Berbasis Iot Untuk Monitoring Hasil Tampung Nira Aren Selama Penyadapan Pada UKM Sirin, Kec. Salawu, Kab. Tasikmalaya Aripin Aripin; Sutisna Sutisna; Imam Taufiqurrahman
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6703

Abstract

Kec. Salawu merupakan daerah penghasil gula aren terbesar di Kab. Tasikmalaya yang mencapai 30% dari total produksi gula aren Kab. Tasikmalaya. Total keseluruhan pohon aren di Kec. Salawu sebanyak 18.687 pohon dan jumlah petani gula aren sebanyak 280 orang. Rata-rata produksi gula aren sebesar 599.720 kg/tahun. Salah satu mitra UKM yang berkembang dan maju adalah UKM SIRIN yang membina 34 petani aren. Masalah mitra adalah ketika sedang penyadapan dimana bumbung sedang dipasang pada manggar aren, penyadap tidak mengetahui keadaan dimana manggar aren berhenti meneteskan nira aren ke dalam bumbung. Ini akan merugikan penyadap apabila nira aren hasil sadapan dalam kondisi ini tidak diambil sesegera setelah nira aren tidak mengisi bumbung dan mungkin akan tercemari mikroba apabila nira aren diambil setelah 12 jam. Tujuan program ini adalah (1) monitoring hasil tampung nira untuk menyelamatkan nira aren sebelum mengalami kerusakan terkontaminasi mikroba dan (2) melengkapi smart integrated prototipe berbasis IOT. Jumlah peserta adalah 5 orang anggota kelompok UKM SIRIN. Pelaksanaan pelatihan adalah dari tanggal 11 sampai 12 Juli 2023. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan, praktek, dan pendampingan. Metode pelatihan adalah memberikan materi tatacara penggunaan smart integrated prototipe berbasis IOT. Metode praktek dilakukan dengan mempraktekan cara mendeteksi tetesan nira aren yang keluar dari manggar pohon aren. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ketertarikan peserta dalam kegiatan ini terkatagori sangat baik terutama untuk aspek keefektipan dan keparaktisan alat smart integrated prototipe berbasis IOT dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat.
Sistem kontrol dan monitoring alat pakan ikan otomatis tenaga surya berbasis Internet of Things Rahayu, Andri Ulus; Aris Risnandar, Muhammad; Taufiqurrahman, Imam
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 3 No. 3: September 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v3.i3.2023.203-212

Abstract

Hasil budidaya ikan air tawar para petani Indonesia masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pemberian pakan yang tidak tepat sehingga hasil panen tidak memuaskan. Tujuan dari riset ini adalah untuk membuat sebuah sistem pemberian pakan ikan otomatis yang memiliki tingkat akurasi yang baik dalam pemberian jumlah pakan dan waktu pemberian pakan sesuai kebutuhan. Metode yang digunakan adalah dengan mengatur delay putaran motor yang berfungsi melontarkan pakan. Alat pemberi pakan ikan otomatis ini menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi listrik, sehingga tidak memerlukan suplay listrik dari PLN. Alat ini juga memanfaatkan konsep Internet of Things (IoT) sebagai sistem kontrol dan pemantauan alat alat itu sendiri. Para petani ikan dapat mengendalikan pemberian pakan tanpa harus datang langsung ke kolam ikan. Aplikasi Android dibuat sebagai antarmuka pengguna yang digunakan oleh petani ikan untuk mengendalikan dan memantau alat tersebut. Hasil uji coba menunjukkan bahwa alat pemberi pakan ikan otomatis berhasil mengeluarkan pakan sesuai dengan takaran dan waktu yang telah ditentukan.
PENENTUAN WAKTU DAN METODE IMPLEMENTASI VOLTE PADA JARINGAN LTE (STUDI KASUS DI TELKOMSEL) Tikupasang, Enov; Hiron, Nurul; Taufiqurrahman, Imam
Journal of Energy and Electrical Engineering Vol 2, No 2: April 2021
Publisher : Teknik Elektro Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jeee.v2i2.2889

Abstract

Teknologi 4G LTE diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas dan speed layanan data, image perusahaan, dan interoperability dengan operator lain. Penelitian ini menganalisis VoLTE sebagai alternatif layanan voice di atas jaringan LTE dengan keterbatasan bandwidth frekuensi, tetapi kontribusi layanan voice yang masih tinggi pada studi kasus di Telkomsel. Penggunaan VoLTE merupakan tahapan selanjutnya setelah voice CS fallback. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sebuah model untuk menilai kelayakan implementasi  VoLTE  dengan berbagai skenario waktu dan metode teknologi dalam rangka menurunkan nilai risiko dari implementasi LTE, sehingga dapat menentukan waktu dan metode yang tepat bagi implementasi fitur layanan VoLTE pada jaringan LTE dengan dua cara yaitu sistem SRVCC (Single Radio Voice Call Continuity) atau langsung pada sistem PS handover. Metoda penelitian yang digunakan adalah komplementer atau triangulation dengan ilmiah dan alamiah, dengan menggunakan statistik regresi, variabel acak berlainan, perhitungan bandwidth, dan nilai bisnis. Disamping itu untuk menghitung nilai risiko dari probabilistik ketidakpastian, maka digunakan analisis sensitivitas dan analisis risiko melalui simulasi Monte Carlo. Hasil yang diharapkan adalah optimalisasi dan efisiensi penggunaan bandwidth serta pembuktian hipotesis tentang studi kelayakan proyek implementasi layanan VoLTE.
SPEED WARNING SYSTEM PADA TAKSI ONLINE BERBASIS IOT MENGGUNAKAN OBD II Rahayu, Andri Ulus; Nursuwars, Firmansyah Maulana Sugiartana; Risnandar, Muhammad Aris; Taufiqurrahman, Imam; Faridah, Linda
Journal of Energy and Electrical Engineering Vol 3, No 2: 30 April 2022
Publisher : Teknik Elektro Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jeee.v3i2.4754

Abstract

One of the problems that occur in the world of online transportation is that there are still many drivers who drive their vehicles at high speed. This, of course, can endanger the passengers and the driver themselves. Research shows that the higher the speed of the vehicle, the higher the risk of death caused. To determine the speed of a vehicle, a tool can be used, namely OBD II. The purpose of this research is to create a system that regulates the speed of online taxi drivers by giving notifications to the driver whenever the driver makes a mistake, namely driving a car at a high speed. The allowed speed limit is a maximum of 80 km/hour for toll roads and a maximum of 60 km/hour for ordinary roads. To determine the type of road, it is necessary to coordinate data from the driver's location. By utilizing IoT, speed, and location data can be sent to a server which can later be processed into information. Telegram's bot feature will be used to send warning messages when the driver makes a mistake. As a result, the system can run according to plan where speed and location data are successfully processed and the system is successful in giving warnings to online taxi drivers who have made mistakes.Keywords: online taxi, speed, IoT, OBD II, Telegram Salah satu masalah yang terjadi pada dunia transportasi online adalah masih banyaknya pengemudi-pengemudi yang mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Hal ini tentunya dapat membahayakan penumpang maupun pengemudi itu sendiri. Berdasarkan riset menunjukan bahwa semakin tinggi kecepatan kendaraan maka semakin tinggi pula resiko kematian yang ditimbulkan. Untuk mengetahui tingat kecepatan suatu kendaraan dapat diguanakan sebuah alat yaitu OBD II. Tujuan dari riset ini adalah untuk membuat sebuah sistem yang mengatur kecepatan pengemudi taksi online dengan cara memberikan notifikasi pada pengemudi setiap pengemudi tersebut melakukan kesalahan, yaitu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Batas kecepatan yang diperbolehkan adalah maksimal 80 km/jam untuk jalan tol dan maksimal 60 km/jam untuk jalan biasa. Untuk menentukan jenis jalan maka diperlukan data koordinat dari lokasi pengemudi. Dengan memanfaatkan IoT maka data-data kecepatan dan lokasi dapat dikirimkan ke sebuah server yang nantinya dapat diolah menjadi sebuah informasi. Fitur bot telegram akan digunakan untuk mengirimkan pesan peringatan ketika pengemudi melakukan kesalahan. Hasilnya sistem dapat berjalan sesuai rencana dimana data kecepatan dan dan lokasi berhasil diolah dan sistem berhasil memberikan peringatan pada pengemudi taksi online yang melakukan kesalahan.Kata Kunci: online taxi, speed, IoT, OBD II, Telegram
SISTEM PEMANTAUAN KETINGGIAN PERMUKAAN AIR BERBASIS WIRELESS PADA MODEL MINIATUR BENDUNGAN Adiwilaga, Anugrah; Taufiqurrahman, Imam
Journal of Energy and Electrical Engineering Vol 3, No 1: Oktober 2021
Publisher : Teknik Elektro Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jeee.v3i1.3673

Abstract

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (PUSAIR) merupakan salah satu lembaga litbang milik kementrian PUPR yang memiliki berbagai fungsi beberapa diantaranya adalah penelitian dan pengembangan, pelayanan uji laboratorium dan lapangan, sertifikasi, inspeksi, kalibrasi, dan advis teknis di bidang sumber daya air. Seiring meningkatnya berbagai kegiatan penelitian serta kebutuhan pencatatan data yang praktis, maka PUSAIR mulai meningkatkan kemampuan beberapa alat laboratoriumnya dimana salah satunya adalah mekanisme pencatatan data. Sangat penting untuk melakukan pencatatan hasil pengukuran yang praktis, cepat dan tepat agar para peneliti dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas penelitian. Namun kondisinya belum semua alat yang ada mendapatkan digitalisasi, salah satunya alat pembacaan ketinggian permukaan air pada model bendungan yang mana masih menggunakan alat ukur manual dan melibatkan beberapa orang untuk melakukannya serta data yang didapat perlu konversi dari catatan dikertas kepada perangkat lunak spreadsheet. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat sistem pemantauan ketinggian permukaan air pada model bendungan secara “realtime” berbasis wireless untuk memudahkan pengguna dalam kegiatan pengambilan data percobaan. Rancangan desain sistem terdiri dari 2 buah perangkat yaitu Sensor Node dan Receiver Node yang diimplementasi menggunakan Sensor Waterlevel Sensor sebagai sensor ketinggian permukaan air, mikrokontroler ATMega328 sebagai pengolah data, Xbee-Pro S2C 2.4 Ghz sebagai modul komunikasi, Buck-Converter, DC power Supply sebagai supply daya, serta LCD 16x2 dan buzzer sebagai indikator. Hasil pengujian system menunjukan bahwa komponen dan modul yang digunakan sudah bekerja sesuai fungsi yang dikendalikan mikrokontroler. Pembacaan ketinggian permukaan air oleh Etape waterlevel sensor mampu membaca dengan rata-rata penyimpangan kurang dari 1%. Pengiriman data berhasil mengirim data sebanyak 100% data ke Receiver Node sesuai dengan harapan dan tanpa adanya gangguan koneksi. Pengguna sistem dapat melakukan pengukuran dan perekaman data ketinggian air secara real time dari ruang pantau tanpa perlu mendatangi model bendungan.