Susut hasil perikanan masih menjadi permasalahan penting karena menurunkan kuantitas, mutu, dan nilai ekonomi hasil tangkapan. Penerapan rantai dingin yang belum optimal selama penanganan pascapanen berkontribusi terhadap peningkatan susut fisik, susut mutu, dan susut finansial. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan rantai dingin, mengevaluasi mutu ikan tongkol (Euthynnus affinis), serta menghitung susut hasil pada kapal purse seine KM. Sri Asih yang beroperasi di Perairan Teluk Semangka, Lampung. Penelitian dilaksanakan pada Februari–Mei 2025 menggunakan metode observasi dengan pengambilan sampel selama 15 trip penangkapan. Parameter yang diamati meliputi rantai dingin, mutu produk, dan susut hasil tangkapan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sistem rantai dingin telah diterapkan secara optimal, ditandai suhu produk saat pembongkaran sebesar 4,3 ± 0,28°C yang masih memenuhi standar (<5°C). Mutu ikan juga memenuhi persyaratan, dengan nilai organoleptik 9, TVB-N 16,5 ± 0,15 mg N/100 g, ALT 8,7 × 10² koloni/g, dan histamin 2,03 ± 0,56 mg/kg, Seluruh hasil pengujian menunjukkan nilai yang berada di bawah batas maksimum Standar Nasional Indonesia. Rata-rata susut fisik sebesar 0,24%, susut mutu 0,37%, dan susut finansial 0,14%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem rantai dingin secara konsisten berkontribusi terhadap terjaganya mutu ikan dan minimnya susut hasil selama proses penanganan hingga pendaratan.
Copyrights © 2026