Penelitian ini menganalisis pemanfaatan aplikasi penerjemah digital sebagai bagian dari praktik literasi digital karyawan Indonesia dalam komunikasi kerja dengan karyawan Tiongkok di PT Baoshuo Taman Industry Investment Group, Morowali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Angket penjajakan disebarkan kepada 20 calon responden dan menghasilkan 14 respons valid; dari kelompok tersebut, lima informan dipilih secara purposif untuk wawancara semi-terstruktur. Analisis dilakukan melalui pengodean deduktif yang dipandu pertanyaan penelitian, kerangka literasi digital, dan Machine Translation Literacy, kemudian diperdalam secara induktif melalui perbandingan antarkasus. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi bersifat situasional dan bertingkat: WeChat, Google Translate, ChatGPT, manusia, serta sumber visual digunakan secara bergantian sesuai kebutuhan, risiko, dan ketersediaan dukungan. Evaluasi keluaran terutama didasarkan pada kecocokan dengan konteks kerja, sedangkan verifikasi lebih mendalam muncul ketika pesan berkaitan dengan mesin, keselamatan, kualitas, atau keputusan kerja. Ketika terjemahan tidak memadai, karyawan menyederhanakan dan mereformulasi pesan, mengubah kanal, menggunakan dukungan visual, serta melakukan konfirmasi. Temuan menegaskan bahwa literasi penerjemahan digital di tempat kerja bukan sekadar kemampuan mengoperasikan aplikasi, melainkan kemampuan mengorkestrasi teknologi, pengetahuan domain, manusia, dan sumber multimodal untuk mendukung keputusan komunikasi.
Copyrights © 2026