Perusahaan pertambangan membutuhkan karyawan produktif di tengah tuntutan teknis, perubahan teknologi, dan risiko kerja yang tinggi. Penelitian ini menganalisis pengaruh kompetensi dan kompensasi terhadap produktivitas karyawan kantor pusat PT Borneo Indobara. Desain kuantitatif eksplanatori diterapkan pada seluruh 67 karyawan melalui sampling jenuh. Data dikumpulkan memakai kuesioner Likert lima tingkat dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Seluruh butir pengukuran valid dan ketiga konstruk reliabel. Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas (B = 0,170; t = 2,209; p = 0,031), sedangkan kompensasi menunjukkan hubungan positif yang lebih kuat (B = 0,833; t = 10,291; p < 0,001). Secara bersama-sama, kedua prediktor berpengaruh signifikan dan menjelaskan produktivitas secara kuat (F = 110,141; p < 0,001; adjusted R² = 0,768). Temuan menunjukkan bahwa pembenahan imbalan merupakan pengungkit manajerial yang lebih segera, tetapi dampaknya perlu dipertahankan melalui pengembangan kompetensi yang terarah. Penelitian ini menawarkan prioritas pengelolaan sumber daya manusia yang terpadu, yaitu menyelaraskan penghargaan yang adil dengan kapabilitas yang relevan secara operasional.
Copyrights © 2026