Merek fast food lokal perlu mengubah perhatian pasar menjadi pembelian berulang, tetapi ekspansi dan identitas yang khas tidak otomatis menghasilkan loyalitas. Penelitian ini menganalisis pengaruh persepsi harga dan citra merek terhadap loyalitas konsumen Almaz Fried Chicken Outlet Cibinong. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan 97 konsumen yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda pada SPSS 26. Persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas (B = 0,450; β = 0,565; p < 0,001), sedangkan citra merek juga berpengaruh positif dan signifikan (B = 0,315; β = 0,317; p = 0,005). Secara bersama-sama, kedua variabel menjelaskan 73,4% variasi loyalitas (R² = 0,734; F = 129,437; p < 0,001). Harga menjadi prediktor yang lebih kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa identitas merek lokal tetap bergantung pada keterjangkauan, kewajaran, dan nilai yang dirasakan konsumen. Implikasinya, narasi merek perlu ditopang konsistensi porsi, layanan, higienitas, serta kejelasan manfaat paket harga.
Copyrights © 2026