Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal usaha, pengalaman kewirausahaan, dan dukungan keluarga terhadap keberlanjutan UMKM di Kota Lhokseumawe. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dalam studi ini. Populasi penelitian mencakup seluruh pemilik UMKM yang beroperasi di Kota Lhokseumawe, dengan jumlah sampel sebanyak 126 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert 1–5. Analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, serta uji hipotesis menggunakan uji-t (uji parsial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan UMKM, dengan nilai t-hitung sebesar 5,163 (melebihi nilai t-tabel sebesar 1,979) dan tingkat signifikansi 0,000 (di bawah 0,05). Pengalaman kewirausahaan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keberlanjutan UMKM, dengan nilai t-hitung sebesar 0,583 (di bawah nilai t-tabel sebesar 1,979) dan tingkat signifikansi 0,561 (di atas 0,05). Demikian pula, dukungan keluarga berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keberlanjutan UMKM, dengan nilai t-hitung sebesar 0,633 (di bawah nilai t-tabel sebesar 1,979) dan tingkat signifikansi 0,528 (di atas 0,05). Selain itu, nilai Adjusted R-Square sebesar 0,398 menunjukkan bahwa 39,8% variasi dalam keberlanjutan UMKM dapat dijelaskan oleh modal usaha, pengalaman kewirausahaan, dan dukungan keluarga, sedangkan sisanya sebesar 60,2% dijelaskan oleh faktor-faktor di luar model penelitian.
Copyrights © 2026