Kemiskinan di Kabupaten Bandung Barat merupakan persoalan multidimensional, struktural, dan spasial yang ditandai oleh keterbatasan pendidikan, kesehatan dan gizi, pekerjaan produktif, serta infrastruktur dasar. Meskipun persentase penduduk miskin menurun dari 10,49% pada 2024 menjadi 9,87% pada 2025, Indeks Kedalaman Kemiskinan meningkat dari 1,17 menjadi 1,31 dan Indeks Keparahan Kemiskinan dari 0,23 menjadi 0,30. Hasil analisis menunjukkan rendahnya kualitas human capital sebagai masalah prioritas, antara lain tercermin dari Rata-rata Lama Sekolah yang hanya 3,4 tahun. Penelitian ini bertujuan merumuskan penguatan kebijakan penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan human capital terintegrasi dan berbasis spasial dengan orientasi poverty graduation. Berdasarkan metode USG dan penilaian kelayakan alternatif, education recovery memperoleh skor tertinggi sebesar 30,8 dan ditetapkan sebagai kebijakan prioritas melalui koordinasi lintas sektor sesuai karakteristik setiap kecamatan.
Copyrights © 2026