Rendahnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kawasan Indonesia Timur menunjukkan belum optimalnya kapasitas fiskal daerah dalam mendukung kemandirian pembangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Disparitas Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Laba Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap PAD di Kawasan Indonesia Timur tahun 2023. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi perspektif Ekonomi Islam melalui konsep Maqashid Syariah, yaitu hifz al-mal, al-'adl, amanah, dan maslahah sebagai kerangka interpretasi hasil. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan EViews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disparitas PDRB berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap PAD (Prob = 0,8281 > 0,05), demikian pula PMDN yang berpengaruh positif tetapi tidak signifikan (Prob = 0,1654 > 0,05). Sebaliknya, Laba BUMD berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD (Prob = 0,0266 < 0,05). Secara simultan, seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap PAD. Dalam perspektif Ekonomi Islam, pengendalian disparitas perlu berlandaskan prinsip al-'adl untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. PMDN harus dikelola secara amanah guna menjaga aset ekonomi masyarakat (hifz al-mal), sedangkan optimalisasi laba BUMD diarahkan pada pencapaian maslahah melalui peningkatan kesejahteraan dan kemanfaatan publik secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026