Instalasi hidroponik Desa Tideng Pale yang terdiri atas 14 pipa tidak lagi dioperasikan, sementara masyarakat masih bergantung pada komoditas padi dan memiliki keterbatasan keterampilan teknis hidroponik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengaktifkan kembali seluruh 14 pipa, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 20 peserta, serta mengukur hasil produksi dan nilai ekonomi budidaya selada dalam satu siklus. Pendekatan partisipatif dilaksanakan selama lima minggu melalui identifikasi dan sosialisasi, revitalisasi dan pelatihan teknis, pendampingan budidaya, serta evaluasi. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test 10 butir, observasi fungsi instalasi, dan pencatatan hasil panen. Skor rata-rata meningkat dari 48,0 menjadi 84,0 atau 75,0%, dengan N-gain 0,69 (kategori sedang). Seluruh 14 pipa berhasil difungsikan kembali dan ditanami selada sehingga efektivitas fungsi instalasi mencapai 100%. Satu siklus menghasilkan 22,4 kg selada; 8,4 kg (37,5%) dikonsumsi dan 14,0 kg (62,5%) dijual dengan penerimaan Rp420.000. Nilai ekonomi total panen mencapai Rp672.000. Hasil ini membuktikan dampak langsung pada kapasitas peserta, fungsi aset, produksi, dan manfaat ekonomi, tetapi belum membuktikan perubahan ketahanan pangan rumah tangga dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026