Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis (CKD) adalah kondisi kronis progresif yang membutuhkan perawatan jangka panjang, termasuk hemodialisis rutin dan penggunaan obat secara terus menerus. Namun, ketidakpatuhan terhadap pengobatan tetap menjadi masalah utama di antara pasien CKD dan dapat menyebabkan memburuknya kondisi kesehatan dan penurunan kualitas hidup. Efikasi diri, yang didefinisikan sebagai keyakinan individu terhadap kemampuan mereka untuk mengelola perilaku terkait kesehatan, dianggap sebagai faktor psikologis penting. Faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan antara efikasi diri dan kepatuhan pengobatan pada pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis . Metode: Studi ini menggunakan desain korelasional deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 65 pasien dengan CKD yang menjalani hemodialisis dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Chronic Kidney Disease Self-Efficacy (CKD-SE) dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Kendall's tau-b dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat efikasi diri yang tinggi (41,5%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang moderat (38,5%). Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara efikasi diri dan kepatuhan pengobatan (r = 0,683; p < 0,001). Di antara aspek efikasi diri, pemecahan masalah memiliki korelasi terkuat dengan kepatuhan pengobatan (r = 0,621), diikuti oleh otonomi (r = 0,580) dan integrasi diri (r = 0,486), sedangkan pencarian dukungan sosial menunjukkan korelasi yang signifikan tetapi lemah (r = 0,351; p = 0,003). Kesimpulan: Efikasi diri secara signifikan berhubungan dengan kepatuhan pengobatan di antara pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Memperkuat efikasi diri pasien, khususnya dalam pemecahan masalah, otonomi, dan integrasi diri, sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan. Penyedia layanan kesehatan, terutama perawat, didorong untuk menerapkan intervensi pendidikan dan psikososial untuk meningkatkan efikasi diri dan mengoptimalkan hasil pengobatan.
Copyrights © 2026