Perilaku petani merupakan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam melakukan suatu tindakan kegiatan usaha tani seperti pasca panen jagung. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara dengan tujuan untuk menganalisis tingkat perilaku petani dalam penanganan pasca panen jagung dan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku petani . Penelitian ini menggunakan metode survey bersifat deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling) dan kuesiner sebagai alat pengumpul data. Sampel penelitian adalah petani jagung yang ada di Kabupaten Langkat dengan jumlah sampel 64 orang. Untuk menguji tingkat perilaku petani dalam penanganan pasca panen jagung menggunakan skala Likert dengan nilai skor. Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam penanganan pasca panen digunakan model analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku petani dalam penanganan pasca panen jagung di Kabupaten Langkat tergolong sedang (58,5%). Faktor lingkungan masyarakat berpengaruh nyata terhadap perilaku petani dalam penanganan pasca panen jagung sedangka faktor karakteristik individu petani , luas lahan, dan biaya berpengaruh tidak nyata. Perilaku petani dalam penanganan pasca panen jagung hanya terdiri dari kegiatan pengupasan kulit/klobot, pemipilan dan pembersihan. Petani mau menerapkan pasca panen jagung apabila kegiatan tersebut memiliki resiko pembiayaan yang rendah, ada saran dan ajakan dari lingkungan keluarga dan kelompok.
Copyrights © 2026