Perilaku agresif pada remaja merupakan salah satu masalah psikososial yang dapat mengganggu perkembangan individu, hubungan sosial, serta proses belajar di sekolah. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan perilaku agresif adalah self-control, yaitu kemampuan individu dalam mengendalikan emosi, pikiran, dan perilaku ketika menghadapi berbagai situasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-control dengan perilaku agresif pada remaja di SMAN 1 Bangkinang Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13-17 April 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI SMAN 1 Bangkinang yang termasuk dalam kriteria inklusi berjumlah 160 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian siswa kelas X dan XI SMAN 1 Bangkinang yang termasuk dalam kriteria inklusi berjumlah 114 responden dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner baku self-control dan perilaku agresif yang telah dinyatakan valid dengan nilai r hitung antara 0,359-0,638 pada kuesioner self-control dan 0,359-0,620 pada kuesioner perilaku agresif, seluruhnya lebih besar dari r tabel 0,355, serta reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,864 pada kuesioner self-control dan 0,823 pada kuesioner perilaku agresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-control dengan perilaku agresif pada remaja di SMAN 1 Bangkinang dengan nilai p value = 0,000. Diharapkan pihak sekolah dapat bekerja sama dengan orang tua dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan self-control remaja melalui pembinaan karakter, pengelolaan emosi, dan penguatan perilaku positif guna menurunkan perilaku agresif pada remaja.
Copyrights © 2026