Pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Singocandi, Kabupaten Kudus, menghadapi penumpukan pada tong komunal, pengangkutan yang kadang terlambat, kebiasaan membuang sampah tanpa pemilahan, serta belum adanya bank sampah desa sebagai wadah penyaluran sampah anorganik. Kegiatan pengabdian selama satu bulan ini bertujuan memulai pengelolaan sampah anorganik berbasis warga melalui pembentukan Bank Sampahku dan penyediaan sarana pemilahan. Tim pengabdian berkoordinasi dengan perangkat desa, meninjau kebutuhan sarana, mengadakan dan menempatkan tong kawat ram, mendukung peresmian bank sampah, serta melakukan pengamatan awal atas pemanfaatan sarana. Hasil yang terdokumentasi ialah terbentuknya kepengurusan, peresmian pada 2 Agustus 2026 yang dihadiri lebih dari 20 orang, dan penempatan tong di dua lokasi. Foto tong di balai desa memperlihatkan botol serta gelas plastik telah terkumpul secara terpisah. Temuan ini menunjukkan tahap awal pemilahan telah berjalan di lokasi tersebut; dampak terhadap volume sampah campuran, pengangkutan, dan manfaat ekonomi masih memerlukan pencatatan lanjutan.
Copyrights © 2026