Wilayah Pekalongan dengan panjang garis pantai ± 6,15 km menghadapi limbah mikroplastik dan bahan organik akibat kegiatan industri dan antropogenik. Keberadaan mikroplastik yang terakumulasi serta suspensi sedimen dapat berdampak buruk pada lingkungan dan kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan dan distribusi mikroplastik dengan material padatan tersuspensi (MPT) di Muara Sungai Sengkarang menggunakan 12 stasiun representatif. Pengambilan sampel dilakukan secara in-situ pada 30 Mei 2024, dianalisis melalui pemodelan particle tracking, mud transport, hidrodinamika 2D, serta uji korelasi Pearson. Hasil menunjukkan kelimpahan mikroplastik sebesar 34–760 partikel/m³ dengan karakteristik dominan fragmen hitam (50-250 μm). Kandungan terbanyak berada pada wilayah muara hingga laut lepas (T26, T6, T18). Konsentrasi MPT sebesar 25–64 mg/L dengan nilai tertinggi di stasiun T28, T7, T4. Mikroplastik dominan terakumulasi di pesisir dekat sungai, sedangkan kepadatan MPT cenderung menurun menuju laut lepas. Keterkaitan mikroplastik dan MPT tidak berkorelasi secara signifikan dengan pengaruh MPT terhadap keberadaan mikroplastik hanya sebesar 3,7249% (R2 0,037249; p-value 0,547). Kandungan serta sebaran keduanya diduga dipengaruhi faktor hidro-oseanografi seperti pasang surut, arus, dan batimetri.
Copyrights © 2026