Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran matematika, tetapi pengembangannya masih memerlukan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan pemahaman mendalam siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah penerapan Problem Based Learning (PBL) berbasis Deep Learning. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest–posttest. Sampel terdiri atas 20 siswa kelas X SMA YAPITA Surabaya tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis, observasi aktivitas siswa, dan angket respons siswa. Data tes dianalisis menggunakan paired-samples t-test dan N-Gain. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest, t(19) = −27,74, p < 0,001, dengan rata-rata selisih skor sebesar 29,40 poin. Rata-rata N-Gain sebesar 0,64 (63,59%) menunjukkan peningkatan pada kategori cukup efektif. Sebanyak 85% siswa mencapai ketuntasan pada posttest, sedangkan respons siswa terhadap pembelajaran mencapai 82,08% dengan kategori sangat baik. Temuan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa meningkat setelah penerapan PBL berbasis Deep Learning. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, temuan ini belum dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan kausal secara kuat.
Copyrights © 2026