Rendahnya hasil belajar matematika pada materi mengukur dan membandingkan sudut menunjukkan perlunya pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam memahami konsep melalui pengalaman konkret dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi media Yupi Sudut terintegrasi Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Banjarejo Kota Madiun. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 24 siswa kelas V tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar pada pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Siswa dinyatakan tuntas apabila mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) ≥75, sedangkan tindakan dinyatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 75% siswa mencapai ketuntasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas meningkat dari 64,79 pada pra-siklus menjadi 76,46 pada siklus I dan 88,54 pada siklus II. Ketuntasan belajar klasikal juga meningkat dari 45,83% pada pra-siklus menjadi 66,67% pada siklus I dan 91,67% pada siklus II. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan media Yupi Sudut terintegrasi PBL dalam konteks kelas yang diteliti dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi mengukur dan membandingkan sudut melalui pembelajaran yang melibatkan pemecahan masalah, penggunaan alat ukur konkret, dan visualisasi digital.
Copyrights © 2026