Manuju : Malahayati Nursing Journal
Vol 8, No 10 (2026): Volume 8 Nomor 10 (2026)

Optimalisasi Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Terhadap Peningkatan Kesiapsiagaan Prajurit TNI AL dalam Situasi Darurat Lapangan

Mochammad Imam Syafii (Universitas Harapan Bangsa)
Made Suandika (Universitas Harapan Bangsa)
Emiliani Elsi Jerau (Universitas Harapan Bangsa)
Roro Lintang Suryani (Universitas Harapan Bangsa)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2026

Abstract

ABSTRACT Indonesia has a high incidence of natural disasters, requiring preparedness from all parties, including Navy personnel who often serve as the frontline in emergency response. However, their knowledge and skills in providing Basic Life Support (BLS) remain limited. This BLS training program at Lantamal Sorong, West Papua, aimed to improve the ability of Navy personnel to provide first aid during cardiac arrest or respiratory arrest, both in military operations and disaster situations. The training combined theory, discussion, and hands-on practice using mannequins and Automated External Defibrillators (AEDs). Thirty active personnel from various units participated. Pre-tests and post-tests were conducted to assess knowledge improvement. The results showed a significant increase in scores, from an average of 40 to 71.5. Participants successfully demonstrated BLS techniques according to the American Heart Association (AHA) standards, including proper chest compressions and AED use. Despite challenges such as limited equipment and time, the training was effective and received positive responses. BLS training proved beneficial in enhancing the preparedness of Navy personnel in emergency situations. To sustain its impact, routine training every six months, independent provision of equipment, and the development of digital modules are recommended. Keywords: AED, BLS, Cardiac Arrest, Disaster Preparedness, Training, Navy  ABSTRAK Program pelatihan BHD di Lantamal Sorong, Papua Barat Daya ini bertujuan meningkatkan kemampuan prajurit dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi henti jantung atau henti napas, baik dalam operasi militer maupun situasi bencana. Pelatihan dilaksanakan melalui kombinasi teori, diskusi, dan praktik menggunakan manekin serta Automated External Defibrillator (AED). Sebanyak 30 prajurit aktif dari berbagai satuan mengikuti kegiatan, dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari nilai rata-rata 40 menjadi 71,5. Peserta mampu mendemonstrasikan teknik BHD sesuai standar American Heart Association (AHA), termasuk kompresi dada yang benar dan penggunaan AED. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan alat dan waktu, pelatihan berjalan efektif dan mendapat respon positif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari nilai rata-rata 40 menjadi 71,5. Peserta mampu mendemonstrasikan teknik BHD sesuai standar American Heart Association (AHA), termasuk kompresi dada yang benar dan penggunaan AED. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan alat dan waktu, pelatihan berjalan efektif dan mendapat respon positif. Pelatihan BHD terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kesiapsiagaan prajurit TNI AL menghadapi situasi darurat. Untuk menjaga keberlanjutan, direkomendasikan pelatihan rutin setiap 6 bulan, penyediaan alat secara mandiri, serta pengembangan modul digital Kata Kunci: AED, BHD, Henti Jantung, Kesiapsiagaan Bencana, Pelatihan, TNI AL

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

manuju

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis ...