Abstrak: Perempuan pengrajin Batik Tegalan menghadapi berbagai kendala dalam pengembangan usaha, terutama keterbatasan akses pasar, rendahnya literasi digital, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam pemasaran serta pengelolaan keuangan. Kondisi ini menyebabkan ketergantungan terhadap tengkulak, yang menghasilkan margin keuntungan yang masih rendah. Tujuan kegiatan PKM ini adalah meningkatkan kemandirian finansial perempuan pengrajin Batik Tegalan melalui penguatan hardskill dan softskill digital, meliputi kemampuan digital marketing, pemanfaatan e-commerce dan media sosial, sistem pembayaran digital, serta peningkatan kreativitas, komunikasi, dan kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha dan memperluas pasar. Pada pengabdian masyarakat ini, metode pelaksanaan menggunakan pendekatan transformasi digital partisipatif dan inklusif. Tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi keberlanjutan dalam membuat komunitas Go Digital Griya Batik Tulis Kota Tegal. Sebanyak 30 perempuan pengrajin dari Griya Batik Tulis Kota Tegal adalah mitra kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta dengan menggunakan metode pre-test dan post-test. Nilai kompetensi rata-rata peserta meningkat sebesar 54,6% dari 54,8 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test. Selain itu, seluruh peserta berhasil menggunakan media sosial bisnis, 86,7% membuka toko di platform e-commerce, 83,3% menggunakan sistem pembayaran digital, dan 90% mampu membuat katalog di internet.Abstract: Female Batik Tegalan artisans face various obstacles in business development, particularly limited market access, low digital literacy, and suboptimal use of technology for marketing and financial management. This situation leads to a reliance on middlemen, resulting in low profit margins. The objective of this community service initiative is to enhance the financial independence of Batik Tegalan artisans by strengthening their digital hard and soft skills including digital marketing, the use of e-commerce and social media, and digital payment systems as well as fostering creativity, communication, and self-confidence to grow their businesses and expand their markets. The project employed a participatory and inclusive digital transformation approach, comprising stages of socialization, training, technology implementation, mentoring, and sustainability evaluation, culminating in the formation of the Go Digital Griya Batik Tulis Kota Tegal community. Thirty artisans from Griya Batik Tulis Kota Tegal participated as partners in the program. Results demonstrated an increase in participant competence, as measured by pre-test and post-test assessments; the average competence score rose by 54,6%, increasing from 54,8 in the pre-test to 84,7 in the post-test. Furthermore, all participants successfully utilized social media for business purposes, 86,7% opened stores on e-commerce platforms, 83,3% adopted digital payment systems, and 90% became capable of creating online product catalogs.
Copyrights © 2026