Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang berstatus endemis di Indonesia. Secara khusus, Kecamatan Kebomas mencatatkan peringkat pertama kasus tertinggi di Kabupaten Gresik. Lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum di kecamatan tersebut menjadi sangat rentan terhadap penyebaran virus dengue akibat padatnya asrama, kondisi sanitasi komunal, dan perilaku santri yang belum optimal dalam menerapkan kebersihan diri, seperti kebiasaan menggantung pakaian dan jarangnya membersihkan bak mandi. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui sosialisasi dan edukasi guna mencegah DBD pada kelompok santri. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah interaktif yang didukung media visual serta pelatihan pembuatan ovitrap berbahan dasar botol plastik bekas. Pendekatan dilakukan dalam tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil evaluasi tingkat pengetahuan santri menggunakan metode pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan terkait kesadaran PHBS dalam pencegahan DBD. Hal ini dibuktikan melalui uji statistik Paired Sample Test yang menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Selain itu, evaluasi praktik membuktikan bahwa keempat ovitrap yang diproduksi secara mandiri oleh kelompok santri efektif menjebak jentik nyamuk ketika diletakkan di area lembap seperti kamar mandi dan area pintu masuk. Intervensi edukasi kesehatan melalui program Pesantren Sehat dan Tangguh (PESAT) ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta keterampilan santri dalam melakukan pencegahan DBD.
Copyrights © 2026