Afina Puspita Zari
universitas sunan gresik

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TANGKAS: Tata Alat Nyaman Gerakan Kerja Aman dan Sehat dalam Penerapan Ergonomic Work Posture pada Pekerja Anyaman Bambu (Studi Kasus di Desa Payaman Lamongan): TANGKAS: Tata Alat Nyaman Gerakan Kerja Aman dan Sehat dalam Penerapan Ergonomic Work Posture Ulfiatul Azizah; Achmad Sakhowi Al Awwarij; Afina Puspita Zari
Jurnal Abdimas Jatibara Vol. 5 No. 1 (2026): Jatibara, Vol 5 No.1 Agustus 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bamboo weaving is generally done in a static sitting position for long periods, using simple work equipment that does not account for ergonomic considerations. These conditions have the potential to increase the risk of musculoskeletal disorders and reduce work productivity. This study aims to design a bamboo weaving tool and ergonomic chair based on anthropometric data of bamboo weaving workers and evaluate the increase in occupational safety and health (K3) knowledge after ergonomics education. The study used a quantitative approach with an anthropometric-based ergonomic design method. Data collection was carried out on 30 respondents by measuring relevant body dimensions, including the width of the little finger, the width of the ring finger, the width of the middle finger, the maximum grip diameter, the width of the hips, the popliteal height, the buttocks-popliteal, and the sitting shoulder height. Data were analyzed using normality tests, uniformity tests, data sufficiency tests, and percentile calculations. The results showed that all anthropometric data were normally distributed, uniform, and met the sample adequacy requirement. The recommended final dimensions of the weaving tool include a grip length of 9 cm, a grip diameter of 4 cm, and a blade length of 7.8 cm. The resulting ergonomic chair dimensions consist of a seat base width of 46.13 cm, a seat height of 41 cm, a seat base length of 42.30 cm, and a backrest height of 46.13 cm. Paired-sample t-test results showed a significant increase in workers' knowledge after ergonomics and OSH training (p<0.001). Anthropometric-based work facility design has been proven to produce designs that suit user characteristics and have the potential to improve the comfort, safety, and work effectiveness of bamboo weavers.
Pencegahan DBD Melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Ponpes Salafiyah Nurul Ulum Gresik Afina Puspita Zari; Muh. Arfah; Muamar Afdhal Mahendra; Raya Adya Rahmad; Cici Malinda Aminati; Adam Ghibran; Galuh Safinatun Najah; Nazar Riyansyah
Jurnal Abdimas Jatibara Vol. 5 No. 1 (2026): Jatibara, Vol 5 No.1 Agustus 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang berstatus endemis di Indonesia. Secara khusus, Kecamatan Kebomas mencatatkan peringkat pertama kasus tertinggi di Kabupaten Gresik. Lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum di kecamatan tersebut menjadi sangat rentan terhadap penyebaran virus dengue akibat padatnya asrama, kondisi sanitasi komunal, dan perilaku santri yang belum optimal dalam menerapkan kebersihan diri, seperti kebiasaan menggantung pakaian dan jarangnya membersihkan bak mandi. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui sosialisasi dan edukasi guna mencegah DBD pada kelompok santri. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah interaktif yang didukung media visual serta pelatihan pembuatan ovitrap berbahan dasar botol plastik bekas. Pendekatan dilakukan dalam tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil evaluasi tingkat pengetahuan santri menggunakan metode pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan terkait kesadaran PHBS dalam pencegahan DBD. Hal ini dibuktikan melalui uji statistik Paired Sample Test yang menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Selain itu, evaluasi praktik membuktikan bahwa keempat ovitrap yang diproduksi secara mandiri oleh kelompok santri efektif menjebak jentik nyamuk ketika diletakkan di area lembap seperti kamar mandi dan area pintu masuk. Intervensi edukasi kesehatan melalui program Pesantren Sehat dan Tangguh (PESAT) ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta keterampilan santri dalam melakukan pencegahan DBD.