Kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) adalah salah satu jenis sayuran daun yang termasuk dalam suku kubis-kubisan. Produksi kailan di Indonesia cenderung fluktuatif dari sejak tahun 2019 hingga 2021 disebabkan oleh berbagai faktor seperti keterbatasan lahan dan kesuburan lahan yang semakin menurun. Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi kailan adalah dengan cara perluasan areal tanam kailan di dataran rendah. Upaya pemanfaatan areal dataran rendah untuk ditanami kailan dapat dilakukan dengan penambahan pupuk organik dan pupuk anorganik yaitu pupuk NPK dan pupuk hayati cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pupuk NPK dan pupuk hayati cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan yang optimal. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2024 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu, Malang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa perlakuan dosis NPK 300 kg ha-1 berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks klorofil daun, bobot segar total tanaman, dan bobot segar konsumsi per tanaman. Perlakuan konsentrasi pupuk hayati cair 20 ml L-1 juga berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks klorofil daun, bobot segar total tanaman, dan bobot segar konsumsi per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan dosis NPK 300 kg ha-1 dan konsentrasi pupuk hayati cair 20 ml L-1 yang diberikan terhadap rasio tajuk akar. Perlakuan tersebut dapat meningkatkan hasil rasio tajuk akar sebesar 16,92% dibandingkan dengan perlakuan dosis NPK 150 kg ha-1 tanpa pupuk hayati cair.
Copyrights © 2026