Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas penting di Indonesia sebagai sumber pangan dan pakan. Pada tahun 2023, sekitar 77,92% (11,27 juta ton) kebutuhan jagung nasional digunakan untuk pakan. Penggunaan benih hibrida berkualitas menjadi kunci peningkatan produktivitas dan mutu benih. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu fisik, fisiologis, dan genetik benih jagung pakan hibrida yang dihasilkan oleh 15 petani mitra di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian dilakukan pada Juli–November 2024 di Desa Oesao menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 15 perlakuan dan 3 ulangan. Mutu fisik dan genetik dianalisis secara deskriptif, sementara mutu fisiologis diuji menggunakan ANOVA dan BNJ taraf 5%. Hasil menunjukkan variasi mutu fisik, khususnya pada bobot 1000 butir dan kadar air, yang dipengaruhi oleh teknik budidaya dan penanganan pascapanen. Mutu fisiologis umumnya memenuhi standar viabilitas, meskipun daya kecambah dan vigor bervariasi. Mutu genetik relatif seragam, dengan sedikit penyimpangan yang kemungkinan disebabkan oleh penyerbukan silang atau teknik tanam yang kurang optimal. Diperlukan praktik budidaya dan pascapanen yang konsisten untuk menjaga mutu benih selanjutnya.
Copyrights © 2026