Pembuangan minyak jelantah rumah tangga tanpa pengelolaan yang tepat berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kualitas lingkungan. Kurangnya pengetahuan mengenai pengelolaan limbah menyebabkan minyak jelantah masih dipandang sebagai limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini diarahkan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan serta keterampilan praktis dalam memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi yang memiliki nilai ekonomi. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Sumokembangsri, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo dengan sasaran sebanyak 15 ibu-ibu PKK. Pelaksanaan kegiatan menerapkan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan kegiatan, penyampaian materi, praktik pembuatan produk dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup dampak pembuangan minyak jelantah dampaknya terhadap lingkungan serta peluang minyak jelantah sebagai material dalam pembuatan lilin aromaterapi, serta praktik pembuatannya. Hasil pelaksanaan kegiatan memperlihatkan kemampuan peserta dalam memahami proses mengolah minyak jelantah hingga menjadi lilin aromaterapi melalui tahapan penyaringan, pencampuran bahan, pemanasan, penambahan essential oil dan pewarna, pemasangan sumbu, hingga proses pencetakan. Pelaksanaan sosialisasi yang dipadukan dengan praktik langsung terbukti meningkatkan pengetahuan, kompetensi serta kesadaran peserta mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan melalui pengurangan pencemaran, kegiatan ini berpotensi membuka peluang pengembangan usaha yang berlandaskan pada ekonomi kreatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga, produk lilin aromaterapi berbahan limbah minyak jelantah ini dapat menjadi salah satu alternatif pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi.
Copyrights © 2026