Kesenjangan digital dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan perangkat dan ketersediaan internet, tetapi juga mencakup keterampilan digital, pola pemanfaatan teknologi, dukungan lingkungan belajar, dan kemampuan mengubah akses menjadi manfaat pendidikan. Artikel ini bertujuan menyintesis temuan penelitian mengenai dimensi kesenjangan digital serta implikasinya terhadap kesempatan belajar. Penelitian menggunakan meta-sintesis kualitatif dengan sintesis tematik terhadap sepuluh artikel terpilih yang membahas pengalaman belajar digital, ketimpangan akses, kesiapan siswa dan sekolah, serta faktor sosial-ekonomi dan geografis. Hasil sintesis membentuk empat tema utama: akses terhadap perangkat dan konektivitas sebagai prasyarat, tetapi bukan jaminan; kesenjangan keterampilan dan kualitas penggunaan; pengaruh kondisi keluarga, wilayah, gender, dan dukungan institusi; serta konsekuensi ketimpangan digital terhadap partisipasi dan hasil belajar. Temuan menunjukkan bahwa penyediaan perangkat dan jaringan perlu disertai pengembangan literasi digital, dukungan guru, rancangan pembelajaran yang fleksibel, serta pemantauan berbasis kebutuhan. Kesenjangan digital lebih tepat dipahami sebagai persoalan keadilan pendidikan yang berlapis, bukan semata-mata persoalan teknis.
Copyrights © 2024