Pendidikan karakter kerap dipahami sebagai program penanaman nilai melalui mata pelajaran atau kegiatan khusus. Namun, pembentukan karakter juga berlangsung melalui keteladanan guru, kebiasaan sehari-hari, relasi sosial, dan budaya sekolah. Artikel ini bertujuan menyintesis temuan penelitian mengenai proses internalisasi nilai karakter di lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan meta-sintesis kualitatif dengan sintesis tematik terhadap sepuluh artikel terpilih yang membahas praktik guru, budaya sekolah, pembelajaran, nilai moral, serta keterlibatan keluarga dan komunitas. Hasil sintesis menunjukkan empat tema utama: keteladanan dan agensi guru; pembiasaan dan budaya sekolah; integrasi nilai dalam pembelajaran; serta kemitraan sekolah, keluarga, dan komunitas. Temuan memperlihatkan bahwa pendidikan karakter tidak cukup dijalankan sebagai slogan atau daftar nilai. Nilai menjadi bermakna ketika diterjemahkan ke dalam praktik yang konsisten, relasi yang adil, kesempatan berdialog, dan lingkungan yang memberi ruang bagi siswa untuk mengambil keputusan moral. Penguatan pendidikan karakter memerlukan keselarasan antara kebijakan, perilaku orang dewasa, pengalaman belajar, dan kehidupan sosial sekolah.
Copyrights © 2026