Kemitraan keluarga dan sekolah merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan belajar yang konsisten antara rumah dan sekolah. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana literatur pendidikan menjelaskan bentuk, prasyarat, dan tantangan kemitraan keluarga–sekolah serta implikasinya bagi pembelajaran peserta didik. Penelitian menggunakan tinjauan literatur kualitatif dengan analisis tematik terhadap sepuluh sumber ilmiah terpilih yang membahas keterlibatan keluarga, komunikasi, kolaborasi, kesetaraan peran, dan konteks sosial-budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemitraan tidak cukup diukur melalui kehadiran orang tua dalam kegiatan sekolah. Kemitraan yang bermakna ditandai oleh komunikasi dua arah, kepercayaan, pengakuan terhadap pengetahuan keluarga, tujuan bersama, serta ruang bagi orang tua untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Literatur juga menunjukkan bahwa bentuk keterlibatan keluarga dipengaruhi oleh waktu, sumber daya, bahasa, pengalaman sekolah, dan norma budaya. Karena itu, rendahnya kehadiran dalam kegiatan formal tidak dapat langsung ditafsirkan sebagai ketidakpedulian terhadap pendidikan anak. Sekolah perlu membangun pola komunikasi yang fleksibel, inklusif, dan berorientasi pada hubungan, sekaligus menghindari pendekatan yang menyalahkan keluarga. Kajian ini menyimpulkan bahwa kemitraan yang setara memerlukan perubahan dari pola komunikasi satu arah menuju kolaborasi yang mengakui keluarga sebagai mitra pendidikan.
Copyrights © 2026