Eksistensi budaya di Desa Tulusbesar juga terancam karena berkurangnya minat dari masyarakat terhadap pelestarian budaya di sana. Padahal, potensi budaya yang dimiliki Desa Tulusbesar cukup besar yaitu kesenian bantengan, kuda lumping, karawitan, topeng Malang, kerajinan tangan, dan berbagai macam produk seni seperti wayang, kerajinan pahat, dan wayang orang. Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat mengusung program Cultural Heritage Virtual Tourism (CHVT) pada Desa Budaya Tulusbesar. Tim pelaksana menggunakan kamera 360 untuk pembuatan virtual tour di Desa Tulusbesar. Adapun enam titik tersebut adalah Padepokan Mangun Dharma, Sanggar Srikandi, Sanggar Lintang Pandu Sekar, Panggung Terbuka, Gerbang Utama, dan Gor Gulat Desa Tulusbesar. Konten yang akan disajikan adalah berbagai video pertunjukan seni budaya (seperti tari topeng, bantengan, dan sebagainya) serta gambar-gambar dokumentasi produk seni yang dihasilkan di Desa Tulusbesar. Inovasi produk yang dihasilkan dalam program pengabdian ini diberi nama TulusGo sebagai konsep CHVT di Desa Tulusbesar. Peningkatan kompetensi digital menjadi sangat krusial dalam hal ini. Pelatihan terdiri dari pengenalan konsep CHVT dan operasionalnya, kompetensi digital untuk peningkatan layanan publik, serta peluang penggunaan AI pada desa digital.
Copyrights © 2026