Penelitian ini menganalisis pengaruh kecerdasan kultural dan praktik inklusif terhadap kinerja profesionalisme Guru Penggerak melalui pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal di Papua Barat. Kajian ini relevan dengan kondisi kelembagaan Balai Guru Penggerak Papua Barat yang melayani wilayah luas, beragam secara sosial-budaya, dan menghadapi kebutuhan peningkatan kompetensi guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares terhadap tabulasi 115 Guru Penggerak. Empat konstruk reflektif digunakan, yaitu kecerdasan kultural, praktik inklusif, pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal, dan kinerja profesionalisme Guru Penggerak, masing-masing diukur dengan empat indikator. Hasil evaluasi model pengukuran menunjukkan seluruh indikator valid dan reliabel dengan outer loading 0,909-0,951, Cronbach’s Alpha 0,949-0,957, Composite Reliability 0,963-0,968, dan AVE 0,867-0,885. Model struktural menunjukkan seluruh pengaruh langsung dan mediasi positif serta signifikan. R² pembelajaran kontekstual sebesar 0,531 dan R² kinerja profesionalisme sebesar 0,639. Nilai SRMR 0,042 dan NFI 0,919 mendukung kecocokan model. Temuan menegaskan bahwa profesionalisme Guru Penggerak perlu diperkuat melalui kemampuan lintas budaya, praktik inklusif, dan pembelajaran yang berakar pada kearifan lokal.
Copyrights © 2026