Pembelajaran dongeng bagi peserta didik tunagrahita memerlukan media yang konkret, visual, sederhana, dan adaptif karena keterbatasan dalam pemrosesan informasi abstrak, memori kerja, serta pemusatan perhatian. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media scrapbook pada materi dongeng, menguji validitasnya, dan mendeskripsikan kepraktisannya bagi peserta didik kelas VII Sekolah Khusus Al-Ihsan. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, angket kebutuhan, validasi tiga ahli, respons peserta didik, respons guru, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif persentase. Produk yang dikembangkan berupa scrapbook dongeng “Ular dan Rahasia Ulat Kecil” dengan teks sederhana, ilustrasi berwarna, episode berurutan, elemen buka-tutup, pengenalan tokoh, latar, alur, jenis dongeng, dan pesan moral. Hasil penelitian menunjukkan validitas materi sebesar 92,5%, validitas media 87,5%, dan kesesuaian karakteristik tunagrahita 80%. Kepraktisan mencapai 93% pada kelompok kecil, 91% pada kelompok besar, dan 82,5% berdasarkan respons guru. Media tersebut mengubah cerita yang semula dominan verbal menjadi pengalaman belajar bertahap melalui segmentasi informasi, petunjuk visual, manipulasi fisik, dan aktivitas membaca bersama, sehingga peserta didik memperoleh dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan kognitif dan perhatian mereka individual. Penelitian menyimpulkan bahwa produk tergolong valid dan sangat praktis digunakan sebagai media pembelajaran dongeng, tetapi efektivitasnya terhadap peningkatan pemahaman belum dapat dipastikan. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi validasi materi, media, dan karakteristik tunagrahita sebagai tiga domain pengembangan yang terpisah namun saling terkait. Kontribusinya berupa prototipe media literasi visual-taktil yang menempatkan aksesibilitas pengguna sebagai dasar keputusan desain dan dapat menjadi acuan pengembangan media sastra adaptif dalam pendidikan khusus.
Copyrights © 2026