Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena standar kecantikan yang kuat dalam masyarakat modern, yang sering kali menekan individu untuk mengubah diri demi validasi eksternal, sebagaimana digambarkan dalam film "Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan". Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pesan self-acceptance (penerimaan diri) direpresentasikan melalui pengalaman tokoh utama, Rara. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif deskriptif interpretatif. Analisis data dilakukan menggunakan metode semiotika John Fiske yang membedah tanda ke dalam tiga tingkatan hierarkis: level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan self-acceptance sebagai sebuah proses dialektis yang melibatkan dekonstruksi realitas sosial. Rara bertransformasi dari fase ketergantungan pada validasi eksternal menuju fase penerimaan diri melalui kesadaran kritis bahwa nilai individu tidak ditentukan oleh metrik fisik semata. Melalui elemen audio-visual seperti dialog, simbol, dan sinematografi, film ini berhasil mengomunikasikan pesan bahwa penerimaan diri adalah tentang berdamai dengan ketidaksempurnaan dan memvalidasi kebahagiaan dari perspektif internal. Film ini berfungsi sebagai media edukasi publik yang efektif dalam menantang stigma negatif mengenai standar fisik, serta menegaskan pentingnya kesehatan mental dalam membangun identitas diri yang positif di tengah arus modernisasi
Copyrights © 2026