Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja tidak hanya berkaitan dengan penggunaan media sosial, tetapi juga dengan cara remaja memaknai keterlibatan dirinya dalam aktivitas sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan pengalaman serta pemaknaan remaja di Kota Gorontalo terhadap FOMO saat beraktivitas di coffee shop. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih secara purposive dan melibatkan enam pelajar dan mahasiswa berusia 17–23 tahun yang memiliki pengalaman FOMO terkait aktivitas coffee shop. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi tidak langsung terhadap aktivitas di Instagram, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coffee shop dimaknai sebagai ruang sosial yang berkaitan dengan gaya hidup, eksistensi, validasi, dan keterlibatan dalam kelompok. FOMO terbentuk melalui interaksi langsung dan simbol digital seperti Instagram Story, ajakan, komentar, serta penilaian teman. Respons terhadap FOMO berlangsung melalui proses interpretasi dengan mempertimbangkan kondisi fisik, akademik, keluarga, dan finansial. Dengan demikian, pengalaman FOMO merupakan proses pemaknaan, interaksi sosial, interpretasi, dan tindakan.
Copyrights © 2026