Penelitian ini membahas pembangunan Sistem Pendukung Keputusan Penanganan Kekeringan melalui Prioritas Distribusi Air Bersih Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process berbasis Geographic Information System di Desa Tangga Bosi, Kecamatan Siabu. Penentuan wilayah prioritas distribusi air bersih masih bergantung pada laporan manual dan pertimbangan umum, sehingga diperlukan proses penilaian yang objektif, terukur, dan berbasis lokasi. Penelitian menggunakan penelitian terapan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang diolah mencakup lima titik distribusi dan lima kriteria, yaitu tingkat kekeringan, jumlah penduduk terdampak, jarak dari sumber air, akses jalan, dan ketersediaan sumber air bersih. Sistem mengelola data alternatif, skala penilaian, perbandingan berpasangan, bobot kriteria, hasil prioritas, peta digital, dan laporan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tingkat kekeringan memiliki bobot tertinggi sebesar 0,3782 dengan Consistency Ratio sebesar 0,0116 sehingga matriks dinyatakan konsisten. Hasil perangkingan menempatkan Dusun II Desa Tangga Bosi sebagai prioritas pertama dengan nilai 4,7247. Integrasi Leaflet.js dan OpenStreetMap menampilkan hasil prioritas dalam bentuk marker peta, sedangkan pengujian Black Box menunjukkan seluruh fungsi utama berjalan sesuai rancangan. Hasil ini digunakan sebagai dasar penentuan urutan penyaluran air bersih pada wilayah terdampak kekeringan.
Copyrights © 2026