Social media has become an important space for student interaction, presenting challenges such as hoaxes, hate speech, and intolerance that highlight the importance of internalizing Islamic Religious Education values in developing moderate attitudes. This study aims to analyze the process of internalizing Islamic Religious Education values in developing students’ moderate attitudes toward social media use. The study employed a qualitative case study involving eight students at a university in Makassar, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings show that students understood the values of tasāmuḥ, tawassuṭ, ukhūwah, and tabayun and manifested them through information verification, respect for differences, avoidance of hate speech, emotional self-control, and polite communication. The contribution of this study lies in explaining the relationship between the internalization of Islamic Religious Education values and students’ moderate behavior when addressing diversity in digital spaces. Abstrak Media sosial menjadi ruang interaksi mahasiswa yang menghadirkan tantangan berupa hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi sehingga internalisasi nilai Pendidikan Agama Islam penting dalam membentuk sikap moderat. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam membentuk sikap moderat mahasiswa dalam bermedia sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang melibatkan 8 mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi di Kota Makassar, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memahami nilai tasāmuḥ, tawassuṭ, ukhūwah, dan tabayun serta mewujudkannya melalui verifikasi informasi, penghormatan terhadap perbedaan, penghindaran ujaran kebencian, pengendalian emosi, dan penggunaan bahasa yang santun. Kontribusi penelitian terletak pada penjelasan keterkaitan proses internalisasi nilai PAI dengan pembentukan perilaku moderat mahasiswa dalam menghadapi keberagaman di ruang digital.
Copyrights © 2026