Resistensi antibiotik pada bakteri patogen kulit mendorong pencarian sumber antibakteri alami sebagai alternatif antibiotik konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan aktivitas antibakteri isolat tunggal, konsorsium, dan ekstrak spray bakteri laut yang terdiri atas bakteri probiotik, penghasil pigmen, dan pengurai plastik terhadap Staphylococcus aureus, Cutibacterium acnes, dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Laut, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau pada November 2025–Januari 2026. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram dengan diameter zona hambat sebagai parameter pengamatan. Pengujian isolat tunggal menggunakan sembilan isolat bakteri laut, sedangkan konsorsium diuji pada waktu inkubasi hari ke-1, 3, 5, 7, dan 9. Ekstrak spray diuji pada konsentrasi 1,5%, 3%, dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat terbesar secara umum diperoleh terhadap C. acnes. Isolat Bacillus cereus SN7 menghasilkan zona hambat terbesar pada pengujian isolat tunggal terhadap C. acnes, yaitu 8,02 mm. Konsorsium menghasilkan zona hambat yang relatif rendah terhadap ketiga bakteri patogen, dengan sebagian besar nilai berada pada kategori lemah (≤5 mm). Pada ekstrak spray, kode 3 dengan konsentrasi 6% menghasilkan zona hambat terbesar terhadap C. acnes, yaitu 10,38 mm. Pola penghambatan ekstrak spray berbeda antar bakteri uji dan tidak menunjukkan hubungan yang konsisten dengan peningkatan konsentrasi. Berdasarkan hasil deskriptif, isolat tunggal dan ekstrak spray menunjukkan diameter zona hambat yang lebih besar pada beberapa perlakuan dibandingkan konsorsium. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antagonis bakteri laut terhadap bakteri patogen kulit dalam kondisi pengujian in vitro.
Copyrights © 2026