Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Produksi dan Pemasaran Kopi-Pro dengan Penambahan Probiotik Asli Indonesia Sebagai Alternatif Minuman Sehat Feli Feliatra; Nabila A. Azuga; Adelina Adelina; Asnika H. Simarmata; Sefni Hendris; Rizki Oktavian
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.321-327

Abstract

Coffee consumption continues to rise in step with growing interest in functional beverages. KOPI-PRO is a coffee product containing protein produced through fermentation by probiotic microorganisms and has undergone challenge tests against pathogenic bacteria such as Pseudomonas sp., Aeromonas sp., and Vibrio alginolyticus. This community engagement program aims to foster entrepreneurship among the academic community of the University of Riau by developing probiotic coffee (KOPI-PRO) as both a healthy product innovation and a pilot for a sustainable business strategy. Activities included outreach and production training, limited market trials, a consumer satisfaction survey (n = 39), and a business feasibility assessment. Results showed that four students chose to continue the KOPI-PRO venture; consumer ratings of taste, texture, and aroma ranged from “like” to “strongly like,” with the most favored variants including Orange Latte, Original, and Palm Sugar Latte. Financially, the venture was feasible (R/C > 1) with an estimated payback period of about four months. This program demonstrates that a simple, measurable, biotechnology-based service model is effective in cultivating students’ entrepreneurial interest and is readily replicable in campus and community settings.
Uji Antagonis Isolat Tunggal, Konsorsium dan Ekstrak Spray Bakteri Probiotik, Penghasil Pigmen Serta Pengurai Plastik Terhadap Bakteri Patogen Pada Kulit Najwaa Aqilah Masri; Feli Feliatra; Yusni Ikhwan Siregar
Arborescent Journal Vol 3 No 3 (2026): Juni - September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i3.1853

Abstract

Resistensi antibiotik pada bakteri patogen kulit mendorong pencarian sumber antibakteri alami sebagai alternatif antibiotik konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan aktivitas antibakteri isolat tunggal, konsorsium, dan ekstrak spray bakteri laut yang terdiri atas bakteri probiotik, penghasil pigmen, dan pengurai plastik terhadap Staphylococcus aureus, Cutibacterium acnes, dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Laut, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau pada November 2025–Januari 2026. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram dengan diameter zona hambat sebagai parameter pengamatan. Pengujian isolat tunggal menggunakan sembilan isolat bakteri laut, sedangkan konsorsium diuji pada waktu inkubasi hari ke-1, 3, 5, 7, dan 9. Ekstrak spray diuji pada konsentrasi 1,5%, 3%, dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat terbesar secara umum diperoleh terhadap C. acnes. Isolat Bacillus cereus SN7 menghasilkan zona hambat terbesar pada pengujian isolat tunggal terhadap C. acnes, yaitu 8,02 mm. Konsorsium menghasilkan zona hambat yang relatif rendah terhadap ketiga bakteri patogen, dengan sebagian besar nilai berada pada kategori lemah (≤5 mm). Pada ekstrak spray, kode 3 dengan konsentrasi 6% menghasilkan zona hambat terbesar terhadap C. acnes, yaitu 10,38 mm. Pola penghambatan ekstrak spray berbeda antar bakteri uji dan tidak menunjukkan hubungan yang konsisten dengan peningkatan konsentrasi. Berdasarkan hasil deskriptif, isolat tunggal dan ekstrak spray menunjukkan diameter zona hambat yang lebih besar pada beberapa perlakuan dibandingkan konsorsium. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antagonis bakteri laut terhadap bakteri patogen kulit dalam kondisi pengujian in vitro.