Literasi sains merupakan kompetensi penting dalam pendidikan sekolah dasar dan dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran yang mendorong penyelidikan aktif serta rasa ingin tahu siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Project-Based Learning (PjBL) berbantuan e-modul dalam meningkatkan literasi sains siswa serta mengkaji hubungan antara rasa ingin tahu siswa dan literasi sains. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran dengan model sequential explanatory, yang melibatkan 20 siswa kelas IV, terdiri atas 10 siswa dalam kelompok eksperimen dan 10 siswa dalam kelompok kontrol. Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes literasi sains dan angket rasa ingin tahu, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan analisis hasil pekerjaan siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji one-sample t-test, uji independent-samples t-test, analisis N-Gain, dan regresi linear sederhana. Kelompok eksperimen memperoleh rata-rata skor literasi sains yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, yaitu 82,8 berbanding 76,0, dengan perbedaan yang signifikan (t = 6,13), (p < 0,001). Rata-rata N-Gain pada kelompok eksperimen mencapai 74,77%, sedangkan kelompok kontrol sebesar 29,75%. Rasa ingin tahu secara signifikan memprediksi literasi sains (R = 0,980), (R= 0,960), (p< 0,001). Dengan demikian, model PjBL berbantuan e-modul efektif dalam meningkatkan literasi sains, sedangkan rasa ingin tahu siswa memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil literasi sains.
Copyrights © 2026