Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan yang dihadapi guru Pendidikan Anak Usia Dini TK An-Nur dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur kepada guru-guru di TK An-Nur. Hasil penelitian mengungkapkan tiga kategori hambatan utama: (1) keterbatasan infrastruktur fisik, meliputi kerusakan furnitur dan keterbatasan Alat Permainan Edukatif (APE); (2) kesenjangan pengembangan profesional guru, di mana tidak satu pun guru pernah mengikuti pelatihan khusus tentang lingkungan sekolah ramah anak dan manajemen keselamatan; serta (3) belum adanya protokol tanggap darurat yang sistematis, meskipun guru menunjukkan kompetensi praktis dalam P3K dan komunikasi kepada orang tua. Di tengah hambatan tersebut, guru menggunakan strategi adaptif berupa metode bercerita dan aktivitas menarik untuk mengelola anak yang aktif. Temuan ini mengindikasikan perlunya mekanisme pendanaan berkelanjutan, program pelatihan guru yang terarah, serta protokol keselamatan formal di satuan PAUD.
Copyrights © 2026