Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pelatihan, kompetensi pegawai, dan kinerja kerja, serta dampak pelatihan dan kompetensi—baik secara parsial maupun simultan—terhadap kinerja kerja pegawai di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan asosiatif. Populasi penelitian terdiri dari 96 pegawai negeri sipil di BPSDM Provinsi Jawa Barat; metode pengambilan sampel jenuh digunakan sehingga seluruh populasi disertakan dalam sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda dengan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pegawai, kompetensi, dan kinerja kerja berada dalam kategori "cukup". Pelatihan (t = 6,630; sig. 0,000) dan kompetensi (t = 2,159; sig. 0,033) memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja kerja pegawai, masing-masing memberikan kontribusi sebesar 41,94% dan 10,96% terhadap total dampak. Pelatihan dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan koefisien determinasi sebesar 52,9%, sedangkan 47,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini.
Copyrights © 2026