Kinerja karyawan menjadi indikator penting keberhasilan perusahaan, namun industri manufaktur di Kabupaten Cirebon menghadapi tingginya turnover karyawan yang diduga terkait sistem kompensasi yang belum memadai dan lingkungan kerja yang kurang mendukung, sehingga penting untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan dan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik simple random sampling, melibatkan 79 responden yang dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) berbantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja maupun kinerja karyawan dan menjadi faktor paling dominan, sedangkan kompensasi hanya berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja tanpa berdampak langsung pada kinerja. Kepuasan kerja tidak terbukti berperan sebagai mediator dalam hubungan kompensasi maupun lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya perbaikan lingkungan kerja sebagai prioritas utama perusahaan manufaktur dalam meningkatkan kinerja karyawan, sekaligus memberikan kontribusi baru terkait batasan peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam konteks industri padat karya.
Copyrights © 2026