Rendahnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana masih menjadi tantangan di wilayah rawan bencana, termasuk Desa Keniten, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Program GARDA (Gerakan Sadar Bencana) dikembangkan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi manajemen bencana berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain one-group pretest-posttest. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan interaktif mengenai potensi bencana lokal, mitigasi bencana, kesiapsiagaan keluarga, prosedur evakuasi, konsep Keluarga Tangguh Bencana (KATANA), serta pelatihan penggunaan aplikasi INA Risk. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan bahwa proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 85,7% pada pre-test menjadi 100% pada post-test, terdapat perubahan mean dari 8,5 menjadi 9,2. Hasil statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik (p = 0,026). Selain itu, peserta mampu mengidentifikasi potensi bencana di wilayahnya menggunakan aplikasi INA Risk, dengan tanah longsor sebagai ancaman utama di Desa Keniten. Program GARDA terbukti efektif meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat sekaligus mendukung penguatan implementasi Keluarga Tangguh Bencana. Program ini berpotensi direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik risiko bencana yang serupa melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Copyrights © 2026