cover
Contact Name
Fitri Yanti
Contact Email
jurnalabdimawa@gmail.com
Phone
+6285342733542
Journal Mail Official
fitrililiyanti@umw.ac.id
Editorial Address
Jalan Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
ISSN : 30483569     EISSN : 30483569     DOI : DOI: https://doi.org/10.54883/
Core Subject :
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan adalah publikasi ilmiah pengabdian masyarakat yang menerima tulisan ilmiah di bidang kesehatan masyarakat (epidemiologi, biostatistik, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, gizi, serta kesehatan reproduksi) berupa karya ilmiah pengabdian masyarakat dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya periode 2 kali setahun (Maret dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Pembuatan Tong Sampah di Desa Andobeu Jaya, Kecamatan Anggalomoare Ria Alna Sari; Fitri Yanti; Leniarti Ali; Andi Mauliyana; La Ode Muhamad Yasmin
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/f025dr09

Abstract

Kepemilikan tempat tempat sampah desa Andobeu Jaya didalam rumah berjumlah 77 (74,7 %) dan yang tidak memiliki yaitu 26 (25,3 %). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat ini salah satunya mengurangi sampah yang berserakan di area masjid dan balai Desa dengan membuat dua tong sampah. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan intervensi fisik sebelum dan setelah pengadaan tong sampah. Hasil pelaksanaan kegiatan terdapatnya dua tong sampah yang di letakkan di area masjid dan balai Desa Andobeu Jaya di harapkan dengan penempatan tong sampah akan menurunkan permasalahan lingkungan yang berdampak buruk pada kesehatan masyarakat. Kesimpulannya dalam kegiatan ini bahwa Pembuatan tempat sampah membantu masyarakat dalam hal pembuagan sampah yang menjadikan masyarakat tidak membuang sampah di sembarang tempat. 
Atasi Permasalahan Sampah di Desa Galu, Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe dengan Pembuatan Bak Sampah Fera Wati; Erwin Azizi Jayadipraja; Muhammad Ikhsan Akbar; Sitti Marya Ulva
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/11508j19

Abstract

Salah satu masalah lingkungan hidup utama yang dihadapi masyarakat Indonesia secara keseluruhan adalah sampah. Karena tidak adanya TPS atau layanan pengangkutan sampah, banyak masyarakat yang membakar sampah di depan rumah sehingga menimbulkan pencemaran dan gundukan sampah. Berdasarkan survei data pada Pengalaman belajar lapangan I (PBL I) di dusun satu dua dan tiga banyak masyarakat desa Galu yang tidak memiliki tempat sampah. Dapat dilihat bahwa distribusi yang diperoleh khusus jenis tempat pengumpulan/penampungan sampah basah (organik) di dalam rumah memperlihatkan bahwa dari 88 KK yang terdata, diketahui hanya 29 KK (33,0%) yang menggunakan tempat sampah tertutup, dan 59 KK (67,0%) menggunakan tempat sampah terbuka. Selain itu yang memiliki tempat sampah dalam rumah berjumlah 66 KK dengan persentase (75,0%) dan tidak memiliki tempat sampah dalam rumah berjumlah 22 (25,0%) di desa Galu. Dan yang memiliki tempat sampah di luar rumah sebanyak 54 (61,4%) KK, dan tidak memiliki tempat sampah di luar rumah berjumlah 34 (38,6%) KK. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memitigasi dampak buruk penumpukan sampah di Desa Galu, dengan memasang bak sampah sebagai infrastruktur. Metode yang digunakan adalah intervensi fisik, yakni pembuatan model bak sampah bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan penggunaan dan kepemilikan bak sampah di setiap rumah di Desa Galu. Hasil kegiatan yaitu tersedianya 2 buah tempat sampah, yang diletakkan di balai Desa Galu agar semua masyarakat dapat mengjangkau dengan mudah. Program ini dilaksanakan selama empat hari.  
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Papan Edukasi Sampah di Desa Andobeu Jaya Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe Ahmardin Ahmardin; Ria Alna Sari; Titi Saparina L; Leniarti Ali; Noviati
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/fc3ge563

Abstract

Banyak masyarakat masih kurang memahami pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan dampak negatif dari pengelolaan sampah yang buruk terhadap lingkungan. Akibatnya, perilaku membuang sampah sembarangan, tidak memilah sampah, dan penggunaan plastik sekali pakai masih sangat umum. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah tentang dampak lingkungan, tanggung jawab individu dan kolektif, serta pemilihan perilaku yang mendukung pengurangan sampah, daur ulang, dan pengelolaan sampah yang lebih baik. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan program pembuatan papan edukasi sampah, hingga masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Hasil pelaksanaan kegiatan terdapatnya papan edukasi sampah yang di letakkan di tempat keramaian seperti pasar, kantor desa dan sekolah dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Kesimpulan dengan Pengadaan papan edukasi sampah ini membantu masyarakat dalam hal untuk mengetahui berapa lama sampah akan terurai.
Peningkatan Literasi Bahaya Rokok dengan Media Poster pada Siswa di SMPN 2 Sampara Desa Andobeu Jaya Nur Alya; Andi Wardah; Sri Mulyani; La Djabo Buton; Wa Ode Nova Noviyanti
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/w9h2vd07

Abstract

Hasil survei yang dilakukan terhadap Siswa-Siswi di SMPN 2 Sampara, Desa Andobeu Jaya, indikator yang memiliki persentase terendah adalah kehadiran anggota keluarga yang merokok, dengan persentase sebesar 44%. Oleh karena itu, merokok merupakan masalah utama yang perlu ditangani, salah satunya dengan memberikan edukasi kepada penduduk untuk berhenti merokok. Tujuan artikel ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok di SMPN 2 Sampara, Desa Andobeu Jaya.  Kegiatan intervensi yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pemasangan poster bahaya merokok. Sebelum penyuluhan dilakukan, dilakukan pre-test, dan setelah penyuluhan, dilakukan post-test untuk menilai efektivitas kegiatan di antara peserta yang hadir. Pertanyaan dalam tes mengacu pada pengetahuan tentang bahaya merokok dan sikap penduduk terhadap perilaku merokok. Metode penyuluhan meliputi pemaparan video tentang bahaya merokok. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Februari 2024. Jumlah peserta penyuluhan adalah 30 orang. Lokasi penyuluhan berada di wilayah sekolah menengah pertama 2 Sampara, Desa Andobeu Jaya. Nilai rata-rata pre-test peserta adalah 69,7. Nilai rata-rata post-test peserta adalah 100. Peningkatan nilai rata-rata post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan setelah penyampaian materi. Penyuluhan bahaya merokok dapat meningkatkan pengetahuan penduduk tentang bahaya merokok. Dengan peningkatan pengetahuan, diharapkan perilaku merokok penduduk di Desa Andobeu Jaya dapat diatasi.
Penyuluhan Stunting di Desa Lakomea Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe Putri Gina Amaliya; La Ode Muhammad Ikhwan Anami; Hartian Dode; Erwin Azizi Jayadipraja; Laode Muhamad Yasmin
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/8yk01j94

Abstract

Stunting adalah kondisi pertumbuhan terhambat pada anak akibat kurangnya gizi yang terjadi secara kronis. Menurut data dari Survei Status Gizi Indonesia tahun 2021, tingkat stunting di kabupaten Konawe mencapai 26,2%. Penyuluhan stunting telah dilakukan di Desa Lakomea namun belum interaktif sehingga masih banyak belum memahami penyebab stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting pada anak. Kegiatan ini dilakukan di Desa Lakomea, Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan target penyuluhan kepada kelompok masyarakat. Pendekatan kegiatan ini melalui metode ceramah dan diskusi tanya jawab dengan peserta kegiatan yang berjumlah 30 orang. Materi yang disampaikan mencakup topik tentang stunting, faktor penyebab, gejala, dampak, pencegahan, dan cara penanganan stunting. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Rata-rata pengetahuan peserta mengalami peningkatan signifikan, dari 48,2% pada pre-test menjadi 51,7% pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dalam penyuluhan telah diterima dan dipahami dengan baik oleh para peserta. Kegiatan penyuluhan ini juga terbukti dapat meningkatkan pemahaman tentang pencegahan stunting. Oleh karena itu, disarankan kepada tenaga kesehatan untuk terus memberikan edukasi mengenai stunting dan cara pencegahannya, agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah stunting pada anak.
Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Penyuluhan dengan Media Leaflet pada Masyarakat Desa Galu Kecamatan Anggalamoare Masyitah Masyitah; Rinayanti; Noviati; Azlimin; Rahmawati
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/j5x4hw94

Abstract

Kasus Stunting di indonesia terutama di Sulawesi Tenggara masih tergolong tinggi yaitu menduduki posisi ke 9 dari 33 profinsi yang indonesia. Data menunjukan 16 dari 17 kabupaten/Kota memiliki angka di atas pravelensi nasional yaitu (21,6% - 41,6%). Faktor yang paling berpengaruh langsung terhadap kasus stunting adalah masalah asupan gizi dan yang tidak langsung berupa ketersedian air bersih dan sanitasi yang baik. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan melalui media leaflet. Jumlah peserta sebanyak 30 orang masyarakat. Pelaksanaan dilakukan dengan membagikan soal pretest dan postetst. Hasil intervensi non fisik berupa penyuluhan menunjukkan peningkatan sebanyak 40 % kemampuan masyarakat Desa galu dalm memahami stunsting dari hasil pre-test dan post-test. Maka dari itu dibutuhkannya dukungan serta kegiatan berkelanjutan yang telah di awali oleh mahasiswa Universitas Mandala Waluya melalui kegiatan pengabdian masyarakat melakukan pencegahan stunting dengan membekali pengetahuan asupan gizi terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pemberdayaan Masyarakat Berupa Pembuatan Saluran Pembungan Air Limbah di Desa Tabanggele Kecamatan Anggalomoare Hasrimin Muslihin; Agung Asnur; Titi Saparina L; Andi Mauliyana; Abdul Rahim Sya'ban
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/rgf52538

Abstract

Ketika limbah cair dibuang ke tanah, partikel yang ada di tanah berfungsi sebagai filter untuk mencegah kandungan limbah yang berukuran besar dan meloloskan cairan tercemar meresap kedalam tanah. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) proporsi rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak menurut daerah tempat tinggal pada tahun 2023 sebesar 83,8% untuk daerah perkotaan dan 76,99% untuk daerah pedesaan. Berdasarkan hasil survey dan diagnosa komunitas di Dusun 01, 02 dan 03 Desa tabanggele Kecamatan anggalomoare dari 47 sampel rumah masyarakat terdapat 23 rumah membuang air limbah langsung ke tanah karena tidak memiliki sanitasi. Oleh karena itu dilakukan sebuah intervensi program berupa penyuluhan, pelatihan pembuatan SPAL, praktik pembuatan SPAL dan pembentukan kader sanitasi di Desa Tabanggele. Kegiatan pengabdian (PBL) praktek belajar lapangan ini menghasilkan output yang menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 27%. Berdasarkan hasil observasi dari praktik pembuatan SPAL adanya perubahan dengan keinginan untuk menduplikasikan SPAL sederhana pada masyarakat. Adapun kader mengalami peningkatan skill yang dibuktikan dengan adanya penerapan laporan pemantauan ketersediaan fasilitas masyarakat tingkat rumah tangga yang dilaporkan setiap bulan pada desa sebagai penunjang di Desa Tabanggele dilaporkan.
Penyuluhan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Andobeu Jaya Aisyah Nurfatihana; Fitri Yanti; Muhammad Ikhsan Akbar; Sitti Marya Ulva
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/t0tm6j19

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat di Kabupaten Konawe, khususnya, mengalami peningkatan kasus  Demam Berdarah Dengue (DBD). Sampai saat ini, Dinas Kesehatan setempat telah mencatat 155 kasus, dengan jumlah dirawat sebanyak 8 orang, sembuh 146 orang, dan 1 orang meninggal dunia. Penyuluhan DBD telah dilakukan namun hanya di terpusat di puskesmas saja sehingga belum semua mengetahui pencegahan DBD. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu rumah tangga, tentang penularan dan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Pengabdian ini dilaksanakan di Balai Desa Andobeu Jaya, dihadiri oelh 30 peserta ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, tanya jawab serta pembagian leaflet. Evaluasi penyuluhan dilakukan dengan pengisian kuesioner  pre-test dan  post-test. Pengetahuan masyarakat sebelum dilakukan penyuluhan tentang DBD dengan memberikan  pre-test adalah 80,7%, sedangkan setelah dilakukan penyuluhan dan pemberian  post-test adalah 100%. Adapun rata-rata peningkatan pengetahuan masyarakat tentang DBD setelah dilakukan penyuluhan adalah 19,33%. Masyarakat sangat antusias bertanya dan memberikan komentar saat diskusi terkait program 3M dan fogging.
Optimalisasi Kesadaran Masyarakat: Kolaborasi dalam Pembersihan  dan Edukasi Biopori untuk Pemilahan Sampah Nur Alya; Fitri Yanti; Erwin Azizi Jayadipraja; Leniarti Ali; Laode Muhamad Yasmin; La Djabo Buton; Anry Hariadhin Depu
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/gzf3bf23

Abstract

Sampah merupakan suatu materi yang tidak digunakan, tidak terpakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia. Di wilayah Desa Andobeu Jaya, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan penggunaan berbagai media seperti Pamflet untuk sosialisasi. Hasil dari kegiatan ini mencakup publikasi, peningkatan pengetahuan (72,51%) dan dukungan masyarakat terhadap program pengelolaan sampah, serta meningkatnya sikap positif dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta terjalinnya kerjasama antara masyarakat dan kader pemerintahan Desa Andobeu Jaya. Kesimpulan yang dapat diambil adalah masyarakat telah menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan dengan membuang sampah secara rutin. Namun, untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, diperlukan kegiatan pembekalan pengetahuan dan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan jajarannya, sebagai bagian dari opsi kegiatan pengabdian masyarakat berikutnya. Hal ini sejalan dengan visi dari judul "Optimalisasi Kesadaran Masyarakat: Kolaborasi dalam Pembersihan dan Edukasi Biopori untuk Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik
Penyuluhan Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Galu Ilang Lestari; Sitti Marya Ulva; Fitri Yanti; Muhammad Ikhsan Akbar; La Ode Muhamad Yasmin; Andi Mauliyana; Fika Fatihatur Rosidah
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/f7gcjt86

Abstract

Menurut Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara, penularan DBD telah menyebar pada seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara, diantaranya 4 kabupaten/kota dengan jumlah kasus yang relatif cukup tinggi adalah Kota Kendari sebanyak 307 kasus, Konawe Selatan sebanyak 125 kasus, Kota Bau-Bau sebanyak 74 kasus, Muna sebanyak 71 kasus dan Konawe 15 kasus. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan edukasi kesehatan dalam upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada masyarakat Desa Galu, Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan terdiri dari 3 tahap dalam proses pelaksanaanya yaitu mulai dari perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan. Hasil intervensi non fisik berupa penyuluhan menunjukkan pada pre-test dengan jumlah 40% dan post-test dengan jumlah 93,3 %. Hal ini menunjukkan ada peningkatan pengetahuan pada masyarakat setelah diberikan materi penyuluhan. Saran dari kegiatan ini yakni menyediakan informasi dan edukasi untuk mayarakat Desa Galu.